Pages

Sunday, October 26, 2014

Mungkin Bahagiaku Adalah Melupakannya :’)

Melupakanmu
Sampai kapan kamu akan begini? Membolak-balikan perasaanku seenakmu, mempermainkan hatiku dengan mudah, aku merasa sosokku selalu kau sembunyikan dari semua orang di sekitarmu. Kenapa? Apa kamu malu dekat denganku? Kamu takut sahabat-sahabatmu mengejekmu? Apa yang salah? Katakan! Apa semua temanmu tidak menyukai adanya perbedaan? Atau bahkan kamu sengaja menyusun rencana agar membuatku jatuh cinta dan kemudian merasakan sakit?
Jujur aku sangat kecewa dengan semua ini. Aku sakit? Tentu. Aku menangis? Itu pasti. Namun kenapa kamu tidak pernah merubah atau paling tidak menyadari bahwa sikapmu selalu membuatku merasa tak berarti? Kamu selalu buat aku merasakan ‘apa itu sakit’, bukan ‘apa itu bahagia’. Kenapa kamu memberikanku harapan jika pada akhirnya mempermainkan? Kenapa kamu bilang sayang bila akhirnya menyakiti?
Aku tidak pernah mengharapkan sesuatu yang lebih darimu, aku hanya mengharapkan kamu memberi sayang dan cintamu padaku tulus, seperti aku memberi sayang dan cintaku padamu. Aku tidak akan meminta uangmu atau hartamu sedikitpun, Tidak! Aku mencintaimu, sebagimana dirimu. Tapi, kenapa memberikan hal yang seharusnya mudah saja kamu tak mampu, memberi cinta dan sayangmu pun kamu tak bisa! :”( Apa karena hatimu masih terkunci oleh sosok mantanmu? Apa karena dia lebih dikenal dan lebih dewasa dariku? Lantas kenapa kamu menjalin hubungan denganku, sedangkan disisi lain kamu diam-diam masih merindukan dia, masih merindukan orang yang telah menyakitimu, masih memikirkan dia yang telah membuatmu jatuh, masih saja setia memantaunya dari jejaring sosial, jangan kira aku tak tahu semua yang kamu lakukan :’)
Sudah berulang kali aku berusaha menyadarkanmu, bahwa dia hanya sosok yang telah menyia-nyiakanmu, dia yang dengan tanpa dosa pergi jauh, disaat kamu membutuhkan tempat berteduh ketika badai datang! Tapi kenapa kamu masih terus mengingat dia? Kenapa kamu masih kekeh untuk memuja dia? Terlebih hobimu yang slalu membandingkanku dengan nya! Aku sama sekali bukan dia! Mungkin dia memang luarbiasa, dia tak selemah aku, tak seperasa aku, tapi akupun bisa luarbisa dengan jalan yang aku pilih sendiri.
Mungkin menurutmu aku tak sama dengannya, memang! Tak akan pernah sama dengannya. Mungkin menurutmu aku terlalu cerewet. Tapi, aku begini karena aku menyayangimu, aku tak ingin kamu terjatuh lagi, aku ingin menjagamu. Menurutku, wajar saja aku cemburu padamu, menanyakan semua aktivitasmu. Akupun tak ingin mengekangmu, aku tidak melarangmu untuk bergaul dengan pria manapun, hanya saja aku ingin kamu menjaga semua kepercayaanku, cukup itu :’( tidak bisakah kamu mengerti sedikit saja yang aku rasakan? Aku slalu berfikir jernih bahkan saat kamu tak mengabariku, walaupun sebenarnya aku benci kehilanganmu saat aku benar-benar membutuhkanmu. Ah, menurutku kamu terlalu egois untuk memasukan dia, memasukkan masalalumu dalam kehidupanmu sekarang, . Apa yang kamu lakukan sangat tak adil bagiku! Jelas-jelas ini akan semakin membebaniku :’( Kalau begitu, kenapa kamu tidak kembali saja padanya? Kenapa kau masih denganku disaat kau terus-menerus memuji dia?
Sudahlah! Kini aku terlalu lelah untuk membuatmu mau berubah. Aku terlalu lama membuang waktuku hanya untuk menunggumu melupakan mantanmu itu. Aku terlalu muak selalu dibandingkan dengan dia. Mulai detik ini, biarlah aku jatuh cinta pada seseorang selain kamu, yang akan selalu megutamakanku dalam berbagai hal, yang takkan menyembunyikanku dari orang-orang disekitarnya.
***
Tuhaaaan, inilah akhirnya… akhir yang sangat tidak indah. Kemarin memang aku slalu berusaha sabar, namun sekarang adalah puncak kesabaranku. Aku tak bisa menahan lagi semua sakit ini. begitu banyak hal yang mendorongku untuk mundur, menghapus segala perasaanku padanya. Hatiku sudah letih dengan semua ini :’( Aku lebih memilih menyerah, aku ingin pergi darinya Tuhan :’( aku menyesal… aku menyesal karena aku tak bisa membuatnya melupakan masalalunya. Namun sudahlah, aku tau semua rencana-Mu indah walaupun itu adalah sebuah perpisahan. Aku pergi karena aku ingin merasakan bahagia, bahagia karena mencintai dan dicintai, bukan hanya mencintai tanpa diberi cinta seperti ini. Mungkin, bahagiaku adalah melupakan dia… maka bantulah aku untuk terus mencoba melalukan itu Tuhan. Terimakasih, Engkau telah tunjukan bagaimana dia sebenarnya. Dia memang bukan wanita terbaik untukku, mungkin semua sakit ini akan mendewasakan hatiku Tuhan, sekali lagi terimakasih :’)
“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi, percayalah semua kejadian ini adalah anugrah terbaik yang telah Tuhan berikan pada kita :’)“

Thursday, October 23, 2014

Menyerah Bukanlah Hal yang Biasa

Aku Lelah

Sudah saatnya aku berfikir kedepan dan memulai hidupku kembali tanpa dirimu. Aku memang mencintaimu, aku memang menyayangimu, tetapi aku juga punya perasaan yang tidak mungkin aku paksakan untukmu. Aku mulai berharap dan berharap tetapi harapan itu telah tak ada lagi. Aku lelah menunggu, aku lelah bersandiwara, seakan-akan aku ini baik-baik saja. Aku lelah dengan keadaan saat ini. Aku merasa seperti semuanya menyiksaku dan aku hanya lelah dengan semuanya! Ya,semuanya!
Aku akan mencoba untuk tak mencintaimu walaupun itu tak mungkin. Aku akan mencoba untuk tak menanyakan kabarmu seperti yang aku lakukan setiap harinya. Aku tahu itu akan sangat sulit, aku juga tahu itu tak mungkin terjadi, tetapi aku akan mencoba. Apa salahnya mencoba?
Ada 1 hal yang ingin ku tanyakan, mengapa kau memberiku harapan? Aku tak ingin berharap, tapi disaat aku tahu ada harapan darimu, aku mulai mencoba untuk berharap. Dan, kau tahu tidak, saat ini kau juga yang membuatku berhenti berharap!
Mengapa aku berharap ketika kau masih sangat mencintainya? Dan kenapa kau memberiku harapan ketika kau masih mencintainya?

Hey! Aku lelah denganmu dan semua tentangmu. Aku ingin melupakanmu untuk selamanya. Bantu aku membecimu. Aku sudah terlalu mencintaimu.
Seperti memegang erat setangkai mawar;
aku (masih) ingin memilikimu walaupun aku terluka.

Thursday, October 16, 2014

merindukanmu (shitt!!)

Beri aku kesempatan terakhir :(

Hay kamu, apa kabar? Aku kangen :") ya Tuhan ternyata aku masih saja seperti ini merindukanmu terlalu dalam tanpa bisa melakukan apapun. Bodoh ya? Harusnya aku bisa, bisa mengatakannya padamu atau sekalian saja menghilangkan rind
uku, tapi aku? Sayangnya aku tak pernah bisa.

Kamu tak lihat kan usahaku hampir sebulan terakhir ini? 'Melupakanmu'. Ya, aku berusaha melupakanmu (lagi) entah yang ke berapa kali. Berusaha menyibukan diri sendiri, kemudian menikam hatiku tiap ada bayangmu yang hadir tiba-tiba. Aku meyakinkan diriku sendiri, aku bisa tanpamu, bisa melupakanmu, tapi nyatanya... Kamu tak pernah bisa benar-benar ku lupakan. Sepertinya memang aku tak boleh melupakanmu :')

Sekarang Aku harus bagaimana? aku harus memaki siapa? Aku telah memaksakan diriku sendiri menghilangkan jejak rindu untuk namamu, aku membunuh hatiku sendiri agar aku tak mengharap hadirmu lagi, agar aku bisa berdamai. Hampir sebulan ini kita tak saling berbincang kan? Karna sejujurnya aku mulai lelah menunggumu. Memendam perasaan sialan yang tak kunjung hilang. Saat perlahan aku mulai bisa, entah mengapa aku tak tau darimana asalnya tiba-tiba sosokmu hadir lagi dalam mimpi di tidurku, seolah-olah hadirmu nyata. Ya Tuhan, beri tau padaku sekarang, aku harus memaki siapa? :")

Oke aku akui sekali lagi, setelah memimpikanmu biasanya aku akan segera melupakannya, sedikitpun tak mengijinkan fikiranku untuk mengingatnya meski sejujurnya mimpi itu indah sekali. Bagaimana tidak ku sebut indah, disitu ada aku dan kamu yang menjadi kita. Ada senyum dan tatapan sejukmu yang ku rindukan. Ada sentuhan tanganmu menyentuh tanganku, hangat menenangkan. Ada cinta itu di matamu. Bagaimana aku bisa mengatakan itu 'bukan mimpi indah'? Itu terlalu indah, sampai rasanya sakit sekali saat aku sadar itu hanyalah mimpi, bukan nyata :")

Seperti yang terjadi semalam, setelah hampir satu bulan ahirnya aku mengakui 'aku merindukanmu sekali teramat sangat'. Rasanya ingin menangis saja. Kenapa aku harus merindukanmu lagi? Kemudian menyadari jangankan tau, kamu mengertipun tidak, karna memang kita tak saling bicara :') aku merindukanmu. Taukah? Pasti tidak. Di sini ada yang sakit, hatiku. Aku membisikkan rindu pada sosok yang terlalu jauh untuk ku sentuh, terlalu mustahil untuk bisa ku genggam. Kamu tak bisa ku rindukan seharusnya, untuk apa merindukan seseorang yang sama sekali tak merindukanku, memikirkanku pun sepertinya enggan :")

Puncaknya adalah ketika aku memaksakan mata untuk terpejam daripada sibuk merindukanmu. Kamu malah hadir dalam mimpiku, membuat luka itu semakin menganga, membawa harapan yang sudah kukuburkan. Genggaman jemari tanganmu itu :') aku tak bisa bicara apa-apa lagi, semuanya menusukku, aku tau itu mimpi dan semuanya semakin menyakitkan, aku benar-benar merindukanmu. Merindukan genggaman itu, merindukan tatapan matamu, merindukan Suaramu, perhatianmu, merindukan manjamu, sekarang tak bisakah kamu merasakannya, 'aku BENAR-BENAR MERINDUKANMU, TERAMAT SANGAT "

Jemariku sampai bergetar saat malam ini aku memulai percakapan kita melalui pesan singkat. Aku ingin sekali mengetik "kamu apa kabar? AKU KANGEN :')" tapi aku tak pernah bisa mengatakannya. Aku takut membebanimu. Harusnya kamu tau, aku merindukanmu :')

Seharusnya aku sadar aku bukan siapa-siapa lagi untukmu, aku tak ada hak, tak ada.. Aku ingin menangis saja aku tak menyangka aku semenyedihkan ini, setelah hampir tiga tahun aku masih merindukanmu, tiga tahun? Hampir 36 bulan berlalu. Untuk apa aku masih di sini? Merindukanmu :') seandainya aku bisa berdamai mungkin aku telah bahagia tanpamu. Aku tak usah lagi repot memikirkan keadaanmu di sana. Aku ingin berhenti, ku mohon, ajari aku caranya untuk berhenti, 3 tahun tanpa kita itu menyakitkan sekali. Aku sakit aku ingin berhenti


Beri aku kesempatan sekali saja, untuk memperbaiki segalanya, agar aku tau, agar setelah melepaskanmu aku tak perlu lagi merindukanmu sepahit ini...

Thursday, September 25, 2014

Kecemburuanku "AKU CEMBURU"



Aku tidak mengetahui secara benar dan tepat akan hal apa yang ada dalam pikiran ku saat ini sehingga membuat ku ingin menciptakan sebuah tulisan seperti sekarang ini,, tetapi ketika jemari ini ingin memulai sebuah kata ,, mengapa kata cemburu yang ingin ku rangkaikan,,, mengapa ???

Aku cemburu atas apa dan karena apa ??? apa yang ku pikirkan sehingga itu membuat ku merasakan kecemburuan yang tak berarah seperti ini,,, ???
Adanya rasa takut,, ketakutan akan satu hal yang tidak jelas itu apa ,,, mengapa aku seperti orang yang kehilangan arah didalam ruangan yang terang ....

Pernah kah kamu merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan ??? kamu merasakan cemburu,, sakit ,,sedih dan takut ... tetapi kamu tidak pernah tau apa penyebab dari semua itu ,,,

Hari demi hari ,, semua itu membuat ku terus berada dalam kebingungan,,,, hingga tiba pada saat aku menyadari akan semua itu tidak terjadi begitu saja tanpa ada sebab yang jelas,,,

Ketika kamu mencintai seseorang ,, kamu pasti akan merasakan yang namanya kecemburuan dalam hati mu,, cemburu itu memang sangat mudah untuk ditutupi dengan kata – kata ,, tetapi sebagian orang akan mengetahui ada cemburu ketika mereka mencoba untuk mengerti dan menatap matamu ,,,

Seketika cemburu itu hadir ,, sakit terus mengikuti,, sedih menyertai dan pada akhirnya akan ada rasa takut dihati akan hal yang membuat kamu cemburu ,,

Cemburu itu bisa hadir pada siapa saja,, tidak memandang siapa pun dia,, tetapi terkadang aku juga harus bisa menempatkan dimana rasa cemburu itu harus ku ungkapkan ,, dimana cemburu itu hanya bisa terkubur dalam hati atau harus diungkapkan pada dunia,,,, Dan ketika cemburu itu harus bisa dikubur,, pahami lah itu harus dikubur ,, tidak ada yang dapat dilakukan selain dari itu ,, sedalam apapun cemburu itu,, sesulit apapun cemburu itu ketika di kubur,,

Dulu aku berpikir aku bukan seorang yang pencemburuan,, dan aku adalah orang yang bisa menerima semua orang dekat dengan orang ku cintai ,, tetapi aku tidak tau mengapa belakangan ini aku merasakan rasa cemburu itu semakin sering hadir di hati ku,, dan tak jarang cemburu itu hadir, tidak tau tempatnya,, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya,, terkadang aku marah akan sifat kecemburuan ku ini,, aku takut perasaan cemburu ini hanya akan menghancurkan semuanya,, tetapi aku juga tidak tau cara untuk mengontrol rasa cemburu ku ini ,, yang bisa ku lakukan hanya meyakinkan hati dan sesekali berusaha untuk mengubur semuanya sebelum terungkap dan menghancurkan semua yang ada ,,,

Aku hanya mencoba meyakinkan diri,, itu hanya karena aku terlalu mencintai nya dan ketakutan untuk hal yang sebenarnya tidak terjadi,, dan aku hanya bisa berharap dan berdoa ,, yang kutakutkan itu tidak pernah terjadi ,, Aminnnn

            -Dika

Thursday, July 31, 2014

Tentangmu masih tak-Tergantikan

Pesan buatmu...
Hai kamu.... iyaaa kamuuu... kamu yang telah mencuri hatiku... kamu yang mengisi hatiku dengan cintamu.... kamu yang menyayangi aku.... kamu yang aku rindukan selalu....
Tak banyak kata yang ingin aku tulis disini... langsung saja yaaaa... aku kira kamu bisa belajar dari pengalaman hidup kamu bersamanya dulu... seseorang yang kisahnya kamu tulis di lembaran entry blogmu. Aku fikirkamu bisa mengambil hikmah dari kisah itu.... sudahkah kamu lakukan itu??? Bisakan kamu lebih baik lg dari yang dulu....... pesanku... tidak semua bisa diperlakukan sama... ada saatnya sebuah hati yang merasa disakiti akan berontak. Mungkin kamu tidak sadar telah menyakiti hati itu... mungkin kamu tidak sengaja melakukannya.... berhati-hatilah dengan hatimu, hal itu bisa jadi bumerang buatmu... suatu hari nanti.
Maaf.... aku hanya sekedar mengingatkan.... bila tidak berkenan jangan dimasukkan kehati. Aku lakukan ini karena aku masih peduli padamu... masih menyayangimu... masih mencintaimu... dan inginkan yang terbaik buatmu... jangan sampai kamu salah langkah dan salah sikap dalam memperlakukan sebuah hati. Tegas lah kalau itu memang harus.. hilangkan sikap ga tegamu... tunjukkan kamu bisa... tunjukkan padaku.....
Untukmu #Mar

Bodohnya aku :'(

Tentangmu masih tak-tergantikan

Bodohnya aku...

Seharusnya aku tahu,
Seharusnya aku menyadari,
Dengan melihat kenyataan yang ada.
Semestinya aku sadar diri,
Semestinya aku memahami,
Siapa aku... dari fakta ini.
Bodohnya aku....
Yang tak mengerti semuanya,
Bodohnya aku...
Yang tak melihat kenyataan ini.
Aku yang sudah kalah....
Masih berusaha tuk mencari celah.
Aku yang telah tersisih...
Masih berusaha tuk mencari perhatian.
Bodoh memang...
Karena saat ini yang kutahu,
Aku menyayangimu...
Aku mencintaimu....
Dan ingin mempertahankan rasaku.
Tanpa melihat kenyataan yang sesungguhnya.
Maaf.....
Aku memang tak pernah bisa lupakanmu,
Kamu terlalu berharga bagiku.
Maafkan kebodohanku ini.

Tuesday, July 15, 2014

Masih Untukmu M

Masih untukmu.

Malam ini... semua kembali terlintas difikiranku... semua tentangmu... tentang kita... kebersamaan yang pernah kita lalui bersama. Indah.... tapi mengapa harus ada airmata... mungkin karena ada sakit disini... sakit menahan rasa rindu... sakit memendam rasa sendirian... iyaaaa... hanya aku sendiri. Ditemani malam yang kian beranjak menuju pagi... diiringi suara nyanyian angin malam... aku sendiri disini merindukanmu.
Apakah kamu merasakan juga... merasakan rindu ini.... ataukah memang hanya tinggal rasaku????... sayaaangg.... aku kangen kamu... kangen suaramu... kangen manjamu... kangen tertawamu... kangen saat kamu merajuk... kangen semuanyaaa... tentangmu. Tahukah kamu??? Sakit rasanya merindukan seseorang... karena tak tahu harus berbuat apa... lebih sakit lagi orang yang dirindukan tidak mengerti.

Telah berapa banyak airmata ini menetes demi merindukanmu.... tak terhitung berapa kali aku menangis teringatkanmu. Duluuuu.... kamu pernah bilang... "bila kamu rindu janganlah bersedih, tapi telp aku"... apakah kamu ingat itu??? Kata-katamu sendiri... kini... bagaimana aku bisa melakukannya... bagaimana aku bisa telepone kamu... kalau hati ini merasa takut... takut kamu terganggu... takut kamu sibuk... takut kamu tidak berkenan dengan telepone ku.. maaf bila kataku tidak sreg dihatimu.. aku memang takut.... dan lebih takut lagi bila harus kehilangan kamu... sungguh... aku takkan pernah sanggup.... dirimu telah terlanjur melekat erat dalam hati dan jiwaku.. terlanjur dekat dengan tubuhku... namun tetap saja aku tak bisa memaksakan rasaku padamu. Aku cukup tahu diri dan aku sadar diri... tak mungkin mengejar sesuatu yg belum pasti kebenarannya. Aku ingiiinnnnn sebuah kepastian... aku mau sebuah kejelasan... bila rasamu masih ada katakan padaku...
Namun jika memang telah tergantikan ungkapkan juga padaku. Karena aku akan pergi darimu jika memang rasamu sudah tiada lagi. Aku akan menghilang darimu jika cinta dan sayangmu bukan lagi untukku. Aku akan tutup hatiku untuk selamanya.... karena bagiku kamulah segalanya... tak kan tergantikan... dannnnn.... pintu hatiku hanya kamu yang bisa membukanya... aku akan tunggu saat itu.. jika memang kamu ingin kembali...... aku masih sayang kamu... masih cinta kamu... dan saat ini... aku sangaaaatttttt merindukanmu...
With love... untukmu... #Bundaaa

Kamulah Segalanya Bagiku

Masih Tentangmu Bun :)

Tuhan.... Andai Kau izinkan.... sekali ini saja... izinkan aku kembali memeluk hatinya... izinkan aku kembali mendampinginya... izinkan aku kembali menyayanginya... karena rasaku masih ada untuknya... aku masih mencintainya... aku masih menyayanginya... dan selalu merindukannya... di setiap detik nafasku.
Aku tak pernah  bisa menghilangkan dia dari ingatanku, tak pernah bisa melupakan semua kenangan itu.... sungguh...... semua itu masih terpatri disini... didalam hati dan fikiranku... di dalam jiwaku... semuanya... Aku tak pernah bisa membohongi hatiku sendiri, jika dia adalah segalanya bagiku... dia yang mengajari aku arti cinta dan mencintai... dia yang mengenalkan aku cemburu... dia yang mengenalkan aku airmata... dia yang mengajari aku bahagia dan juga luka. Dari dia aku belajar banyak... semua rasa.... hanyaaa.... aku tak pernah belajar cara melupakan dia. karena memang aku tak pernah mau melupakan dia.
Tuhan... dalam setiap kesendirianku... selalu saja bayangan dia terlintas di mataku... selalu kisah itu terlintas di benakku... manis... pedih... perih... semua terangkum jadi satu. Kadang aku bisa tersenyum sendiri... kadang juga airmata ini mengalir sendiri... dan semua itu karena dia.
Aku ingin dia tahu semua ini... aku ingin dia mengerti kesedihanku selama ini... saat dia ga memberi kabar... saat dia ga menyapa... saat dia sibuk dengan teman-temannya... saat dia tertawa dengan mereka.... saat dia merasa bahagia dengan mereka... Yang dia rasakan dengan mereka takkan pernah menjadi bahagiaku.... semua itu menjadi sedihku... karena apa??? karena aku merasa tersisih... aku merasa terbuang... ga da perhatian dia lagi... 
Tuhan.... apa aku salah mempunyai perasaan seperti itu... apa aku salah dengan keegoisanku ini...??? aku memang sadari itu salah.... tapi apakah dia juga tidak salah... dengan dia diam... apa itu akan menyelesaikan masalah... menyelesaikan semuanya...
Disini... aku hanya ingin katakan padanya... apapun sikap kamu... entah itu menyakitiku atau tidak... cintaku sayangku lebih besar dari itu semua... aku akan tetap bertahan disini untuknya... aku tetap akan menunggunya... tak kan pernah aku merasa letih tuk tetap setia disini... setia menanti dia kembali... setia menanti dia ucapkan kata bahwa dia juga masih mencintaiku, menyayangiku... aku akan selalu disini untuknya...
Karena aku sayang dia... aku cinta dia... dari hati... dan selamanya...

Saturday, May 17, 2014

Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu


Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu
Assalamualikum /hihi
hay  baru belajar menggalau nih sama pakarnya hehe  oke sip aku gak bakal panjang lebear. ini aku buat khusus buat yg lagi menggalau ria. silakan dinikmati. ehh salah yaa. silakan di baca 
Disini aku, sibuk dengan remot tv untuk menggonta-ganti chanel karna bingung yg mana yg harus aku tonton. Rasanya semua membuat aku merasa bosan, tak ada hal lain yg aku pikirkan selain kamu. Adakah satuan waktu yg lebih cepat dari detik.? jika ada secepat itulah rindu menusuk-nusukkan diriku bila kamu tak ada di hadapanku. Taukah kamu aku disini merindukanmu.? Aku yakin kamu tak tau karna kamu tak punya sedetikpun waktu untuk ku.
Setiap satuan menit mungkin aku selalu mengalihkan pandangan ku ke layar Hanpone ku. seraya berharap ada balasan sms darimu. Ketahuilah aku tak kenal waktu untuk menunggu balasan sms darimu. Dan aku yakin kamu tak pernah tau bila aku selalau mengharapkan balasan sms darimu. Sekalipun itu hanya sebuah kata "iya" ataupun "tidak" tapi, aku akan tetap menunggunya.
Bagiku yg lebih melelahkan adalah pikiran bukan tindakan. Buktinya aku tak pernah lelah menunggu balasan sms darimu. Namun, karna adanya pikiran yg menghantuiku aku jadi bingung. Menerka-nerka sesuatu yg tak jelas. Berprasangka buruk terhadapmu. dan tak jarang aku menangis kara hal ini. Hah? Menangis? iya aku Menangis karna kamu.?
Apa yg membuat aku menangis? siapakah aku untukmu? aku bukan siapa-siapa untukmu. Toh, sekalipun kamu tau aku menangis karna kamu, Apa kamu akan menghapus air mataku? tidaaaaaaak! untuk membayangkannya saja aku tak pernah apalagi itu kenyataan. itu sangat tidak mungkin. Gimana tidak aku berfikir seperti itu? jelas karna kamu tak pernah peduli dgn perasaanku.
Yaah, aku menangis karna aku lelah memikirkanmu. Walau aku tau memikirkanmu sama saja dengan menyakitiku. tapi, aku akan tetap setia menunggu balasan sms darimu. Tidak tidurpun aku sanggup. Walau padahal esok aku harus mengerjakan soal-soal ujian itu bukan masalah untukku. Hingga puku 03.00 pagi pun kamu enggak balas sms-ku. aku tak lelah menunggunya. Tertidur aku di kursi ruang tengah. Namun, tidurku tak merasa nyaman. Mungkin setiap 10 menit sekali aku kembali menatap layar Hanpone ku untuk melihat adakah balasan smsku darimu.?
Hingga pukul 05.00 tak ada satupun sms dari kamu. aku tetap tersenyum seraya melihat jam menunjukkan pukul 05.00. yaah, itulah senyum pertamaku hari itu untuk kamu. Walau kamu telah membuat ku menunggu. Tapi, aku tetap ingin tersenyum untukmu. Azan shubuh berkumandang. Cepat aku ambil Hanpone ku. mengirim sebuah sms untukmu agar kamu terbangun dan melaksanakan sholat shubuh. Kurang kah rasa tulus ku untukmu setelah apa yg kamu lakukan untukku?
Kamu masih tak mengerti betapa tulusnya aku. Sungguh apa mungkin aku tak mendapatkan kunci untukmu hatimu.? jika tidak, lantas siapa yg mendapatkannya? siapa orang itu yg begitu beruntung.? Biarlah aku biarkan itu melintas sesaat di pikiranku.
Pernahkah kamu memikirkanku? aku yakin tidak. jelas itu terlihat dari sikapmu kepadaku. pernahkah kamu menyebut namaku.? pernah, hanya waktu itu bukan.? waktu di saat kita berkenalan. Namun, tau kah kamu aku begitu sering mengucapakan namamu di setiap doaku. bahkan, temen-temenku menulikan telinganya karna bosan mendengarkan aku yg selalu menyebut-nyebut namamu.
Sadarkah kamu aku begitu perhatian kepadamu melebihi aku perhatian kepada diriku sendiri. Namun, kamu tak peduli itu bukan. tak pernah berterima kasih bukan. apalagi untuk membalasnya.? aku punya banyak waktu untukmu. tapi, kamu mungkin hanya punya sedetik waktu untukku bukaan.?.
Aku sadar aku bukan untukmu, baiklah aku akan pergi sejenak dari hidupmu. tapi, aku yakin suatu saat nanti kamu akan merindukan perhatian dariku. apa? masih sanggup kamu mengatakan tak pernah. hey, karma itu berlaku. tidak sekrang tapi nanti. aku yakin kamu akan menyesal telah mengabaikan aku.Namun Begitu Aku akan selalu menunggumu 
oke. keep smile yaa  percaya karma itu berlaku. oke sekian untuk kalian yg sedang galau. saya pamit du yaa.
Wassalam /bye +

Ini hanya untuk mengingat lagi !!

" Ini hanya untuk mengingat lagi !! "
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata AYAH-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang AYAH bekerja dan dengan wajah lelah AYAH selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. AYAH biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah AYAH mengganggapmu bisa, AYAH akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu AYAH, jangan dilepas dulu roda bantunya"

Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?

Bahwa AYAH dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi AYAH akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, AYAH melakukan itu karena AYAH tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, AYAH yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu AYAH benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada AYAH untuk dapat izin keluar malam, dan AYAH bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa AYAH melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi AYAH, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada AYAH, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....

Tahukah kamu, bahwa saat itu AYAH memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa AYAH sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, AYAH akan memasang wajah paling cool sedunia.. 

AYAH sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati AYAH merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan AYAH melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan AYAH adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatirrr dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati AYAH akan mengeras dan AYAH memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti AYAH akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan AYAH"

Setelah lulus SMA, AYAH akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau insinyur

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan AYAH itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh AYAH tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan AYAH

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... AYAH harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan AYAH terasa kaku untuk memelukmu?

AYAH hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal AYAH ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.

Yang AYAH lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

AYAH melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah AYAH.

AYAH pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan AYAH tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut AYAH adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin AYAH, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti AYAH belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu AYAH merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

AYAH adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

AYAH akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada AYAH untuk mengambilmu darinya.

AYAH akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena AYAH tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... Saat AYAH melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, AYAH
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu AYAH pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

AYAH menangis karena AYAH sangat berbahagia, kemudian AYAH berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, AYAH berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu AYAH hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
AYAH telah menyelesaikan tugasnya....

AYAH, Bapak, Papa atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis..
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.

Monday, February 17, 2014

Masih Tentangmu Mar***

INI KHUSUS UNTUKMU, M
Sebenernya Cerita ini sudah lama ku buat,tapi baru sekarang aku memiliki nyali untuk mengsharenya..
Kuharap kamu Membacanya :'(
M, cerita ini kubuat khusus untukmu
Khusus, agar kau tau apa yang kurasakan..
M*****
Mereka bertanya kepadaku..
Mereka menyudutkanku dengan pertanyaan yang bahkan aku tak mengerti.
Mereka bertanya “Apa bagusnya dia?? Apanya yang menarik dari dirinya sampai kau kehilangan akal sehatmu?”
 
Sungguh, ingin kujawab pertanyaan itu
Ingin kujawab pertanyaan itu agar mereka  bisa paham apa yang kurasakan
Tapi bagaimana?? Saya kehabisan akal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu!!
Ingin kuutarakan pada mereka seribu, sejuta, bahkan banyak sekali alasan mengapa aku bisa mencintaimu, M****...
Bahkan, rasanya waktupun tak akan cukup untuk menjelaskan semua alasan yang kumiliki...
BOHONG!! Kalau masih ada yang mengatakan Cinta adalah ketika kau tak punya alasan untuk mencintainya!!
Ya!! Itu BOHONG!!
Karena sudah kukatakan bahwa ada sejuta bahkan lebih dari itu alasan aku mencintaimu, m****
Lama kupikirkan bagaimana caranya mengungkapkan banyak alasan itu dalam waktu yang singkat..hingga akhirnya muncul sebaris kalimat dalam pikiranku..sebaris kalimat yang kurasa cukup mampu menjelaskan jutaan alasanku..
Kau ingin tau M****?? Hmm...kuharap kaupun bisa mengerti, jenis kalimatku ini.
Jika saja kau yang bertanya apa alasanku mencintaimu, maka aku akan balik bertanya padamu “ADAKAH ALASAN UNTUK TIDAK MENCINTAIMU??”
Ya, rasanya kalimat itu yang bisa benar-benar membantuku menjelaskan semuanya..
Saya punya banyak alasan untuk mencintaimu, tapi TAK SATUPUN ALASAN YANG BISA MEMBUATKU BERHENTI MENCINTAIMU..
Berlebihankah kalimat yang kugunakan M****??
Tapi menurutku tidak..kau memang layak untuk kucintai..bahkan dengan segala keanehan yang kau miliki, kau tetap satu-satunya Wanita yang mampu menggetarkan hatiku, mengalirkan air mataku, dan membuatku tersenyum di saat bersamaan..
Wajahmu, suaramu, senyummu, ramahmu, tawamu, jailmu, anehmu, marahmu, dan semua yang melekat pada dirimu, semua mampu membuatku hilang akal!!
Yakin 1000%, bertahun-tahun bahkan berabad-abad sekalipun, aku tak akan menemukan alasan yang cukup kuat untuk berhenti mencintaimu..sekali lagi, karena kau memang pantas untuk kucintai..
M****, andai ada 1 saja kesempatan emas yang diberikan Tuhan padaku, kuhanya ingin meminta agar Tuhan menetapkan hatiku..kuhanya ingin meminta pada Tuhan agar diberi kekuatan untuk tetap mencintaimu..
Jarak, bahasa, budaya, bukanlah halangan besar...karena besarnya cintaku padamu lebih dari itu semua, M****..
Yang kuyakini saat ini, Tuhan telah menyiapkan sebuah waktu khusus, waktu yang istimewa bagi pertemuan kita suatu hari nanti....kita hanya butuh menanti dengan sedikit kesabaran...kita akan bertemu suatu saat...


Untuk kamu, M*****. Untuk mu yang bahkan
tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ahhh....

Khusus untukmu,Bacalah..

untuk kamu, bacalah.

mungkin aku terlalu pengecut hanya untuk sekedar menunjukkan wajahku di pandanganmu atau hanya sekedar basa basi lewat telefon hanya untuk melepas rasa rinduku. dan barisan tulisanku ini mungkin tak bisa secara utuh menggambarkan bagaimana rinduku terhadap seorang perempuan. iya perempuan itu kamu,M*****

aku yang sekarang ini yang masih menerka-nerka. belum mampu menjelaskan betapa gigihnya aku mengagumi kamu.

bagaimana hubunganmu dengan pria dekatmu yang bersebelahan kelas denganmu? baik-baik saja kah? kuharap begitu. ya, aku tidak bermaksud mengumbar, tapi namamu, dan lelaki itu, sudah menjadi hal wajib yang selalu kuceritakan dan kumintakan yang terbaik pada Allah yang luar biasa.

boleh kah aku bercerita sedikit? aku tidak tau sejak kapan aku menjadikan kamu sebagai salah satu bagian terpenting dalam hidupku. kamu ingat waktu kita di perkemahan itu? ah pasti sudah tidak ingat. tapi aku, aku masih  jelas ingat semua yang terekam di otakku. harus ku akui, sewaktu berbicara denganmu, lidahku kelu, aku mendadak bisu sesaat. hahaha, tertawalah jika kau merasa ini berlebihan, tapi memang begitulah adanya.

kamu tau? hidup ini sungguh aneh, ada saat dimana kita dibawa terbang tinggi, anganmu dilambungkan melewati langit, tapi dengan keras pula dia menghempaskanmu terlalu keras ke bumi, sampai semua daya habis, sampai semua tulang remuk. Ketika aku menyadari bahwa hanya kamu segalanya yang kubutuhkan dalam hidupku, kenyataan berteriak pahit ditelingaku,juga kamu mungkin orang yang tidak bisa aku miliki. sampai disini kamu mungkin merasa bahwa tulisanku ini tidaklah masuk akal, tapi percayalah, seandainya kamu belum bersama dia, akan kulakukan cara apapun untuk bisa terus bersamamu. sayangnya, aku tak bisa mengubah kenyataan.

aku tidak tau harus apa, tapi sepertinya hal yang bisa aku lakukan hanya memperhatikanmu dari jauh, bersusah payah mencari tau kabarmu. aku harus keluar dari hidupmu, walau aku tak pernah benar-benar masuk. aku tidak bisa melupakan kamu, tapi aku harus bisa melupakan semua perasaanku yang sudah tercipta padamu, walau itu berarti aku harus mengorbankan seluruh waktuku selama hidup untuk melakukannya. kamu harus tau, aku butuh waktu begitu lama untuk bisa melihat kamu tanpa merasakan apa yang kurasakan setiap kali melihatmu

dari aku, beberapa saat saja, aku ingin melupakan semua, aku ingin lupa bahwa kamu punya kekasih, lupa bahwa kamu mencintai kekasihmu. teruslah tersenyum, M*****. aku senang melihat senyummu, walau bukan aku yang menjadi alasanmu untuk tersenyum. ketahuilah, perasaanku kepada kamu masih sama seperti dulu hingga sekarang :)
Dan itu tak akan pernah berubah SELAMANYA.


Pertanda : Orang yang Selalu Menyayangimu ( Dika)

Tentang Kamu Ma

Cerita Tentangmu

                          Semua ini hanya tentang kamu,yang mungkin telah melupakanku

Sebenernya cerita ini sudah lama ku buat khusus untuk mu Kembar,udah sekitar 1tahun yang lalu tepatnya 5 ferbruari 2013,tapi baru saat ini aku berani mengsharenya...


Surat ini khusus aku alamatkan ke sudut kecil dalam ruang dihatimu, tempat yang sering kukunjungi tapi tak pernah kutahu alamat detail dan daerah spesifiknya. Entah, saat menulis ini, aku ingat kali pertama perkenalan dan pertemuan kita terjadi. Aku ingat betul setiap detailnya, dan aku... tak pernah melupakan setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita, bahkan cerita sekecil apapun.
Dan.. Aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati setiap detik-detiknya.
Bagaimana usahaku untuk menghargai setiap menit yang berlalu ketika di dekatmu.

Jelaskan padaku mengapa semua menjadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terkecil diotakku, hingga mengisi kekosongan dalam relung-relung dihatiku.
Semua terjadi begitu saja, begitu cepat tanpa teori maupun basa-basi.
Aku melihatmu, mengenalmu, lalu.. mencintaimu. Sesederhana itulah kamu menguasai hari-hariku.
Kamu jadi penyebab rasa semangatku..
Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Iya, mungkin, aku jatuh cinta, entah kamu.

Semua kulakukan diam-diam. Begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair.
Semua kusembunyikan. Hingga perasaanmu yang kurang peka tak memperdulikan aku.
Ya! Memang aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.

Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua cerita dan kenangan itu dari otakku.
Aku tak bisa melupakanmu.. Sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku.
Sorot tajam matamu yang selalu mampu memperindah pandanganku.
Senyummu itu sangat ampuh menyita pandanganku untuk tak lagi menghiraukan yang lainnya.
Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan.
Tolong, buat aku lupa jika memang itu seharusnya, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.

Hanya ada aku sendiri, disini, disudut yang sunyi, gelap dan sepi.
Berusaha memutar otak untuk temukan cara terbaik untuk tak lagi memikirkanmu.
Bagaimana bisa perasaan ini berkembang menjadi sebesar ini?
Selama ini aku mencari tapi tak pernah berhasil menemukan apa jawabnya.

Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil.
Dan yang selalu memberatkan, yang selalu menahan perasaanku untuk tetap mencintaimu adalah ketika kau berkata "jangan pernah merasa sepi ya, karena aku selalu ada untukmu." aku tersenyum lebar ketika barisan kalimat itu kau kirimkan untukku melalui pesan singkat itu.
Ya, memang harusnya aku tak perlu sesenang itu, karena mungkin kamu menulisnya tanpa perasaan, hanya untuk merespon perkataanku saja.

Tertulis dengan sederhana untukmu, calon pemimpin negara yang masih menjajaki beberapa Tahap awal untuk meraih kesuksesan
Kamu adalah orang yang selalu berhasil membuatku bertanya-tanya
Kamu adalah orang yang seringkali membuatku berlaku gila
Kamu adalah orang yang mengajariku terbang, mengepakkan sayap, lalu mematahkannya.
Hal-hal yang kau lakukan selalu aneh dan tak biasa.
Tapi, kalau boleh jujur, justru keanehan itulah yang membuatmu menjadi seseorang yang selalu kurindukan.
Keanehan yang tak pernah kutemukan pada orang lain selama ini.

Jujurku menenggelamkan kemunafikan. Nyatanya aku (masih) merindukanmu.
Ada banyak hal yang membuatmu tak bisa melupakanmu, ada banyak yang tidak dimiliki orang lain selain dirimu.
Ada beberapa yang selalu aku rindukan darimu, salah satunya... Senyummu.

Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama.
Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu.
Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu.
Padahal sebenarnya aku hancur..
Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.

Yaa.. Begitu hebatnya keadaan, sehingga ia selalu berhasil memaksa seseorang untuk mengikhlaskan suatu ketiadaan..

Aku lelah, ketika harus memaksa otakku agar tak lagi memikirkanmu, semakin aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang ia simpan secara sengaja.
Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan untuk melupakanmu..

Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu.
Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran.
Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!

Hey, dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai.
Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Aku akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Jangan terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..

Bagiku, yang terpenting adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya untukku.

Terima kasih.. Engkau telah membagikan sedikit kenanganmu untukku, yang tergambar indah dalam kenangan hidupku.

Selama ini.. Aku selalu dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut untuk diberi jawaban, tapi tak pernah sedikitpun aku temukan.
Tapi sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya bukan jawaban yang dibutuhkan, tapi pengertian.
Mengerti.. bahwa sesungguhnya tuhan tidak pernah membuat cerita seperti ini tanpa alasan, dan mungkin saja tuhan tidak ingin aku mencari tahu apa alasan tersebut, tapi tuhan ingin aku belajar dari cerita itu.
Dan.. Memang benar.
Tuhan membuatku belajar banyak hal dari cerita yang ia buat.
Mungkin, belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku.
Mungkin belajar bagaimana tetap tersenyum walau sebenarnya dalam hati hancur.
Semua ini.. Mungkin adalah salah satu cara tuhan untuk mendewasakanku.

Semua ini terjadi begitu saja, tanpa aku sadari. Tentu bukan kebetulan seperti yang kebanyakan orang bilang. Karena aku tak percaya dengan yang namanya "kebetulan" di dunia ini.
Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini? Karena jelas-jelas ini semua memang telah direncanakan tuhan sebelumnya, tanpa sepengetahuan kita.
Disini kita menjadi aktor dan aktris yang memainkan alur cerita sesuai dengan apa yang tertulis pada skenario.

Dan hari ini, hari dimana aku harus benar-benar terbangun dari mimpi panjangku yang bertopikkan tentangmu. Sebegitu menjengkelkannya kisah yang terjadi diantara kita berdua, yang dikemas sangat rapi dan indah oleh tuhan, sehingga tak mudah untuk dilupakan. Bahkan mungkin akan menjadi kisah sepanjang masa yang tak akan pernah ku lupakan

Aku takut mengartikan kata-kata manis darimu, yang mungkin saja kau katakan tak hanya untukku.
Aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. Aku takut!

Karena pada dasarnya, semua orang memiliki topengnya masing-masing. Dan aku? Belum terlalu pandai untuk mengerti kenampakan aslinya. Karena seringkali yang ditunjukkan pada kita belum tentu itu pula yang ada dalam hatinya.

Dan aku, semakin takut jika perasaan ini tumbuh ke arah yang tak kuinginkan.
Tolong, aku mohon, hentikan langkah ku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. Tolong, kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.

Ketahuilah M*****.. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang semakin Memenuhi Ruang  diotakku.
Seperti asap rokok yang mengepul semakin tinggi diudara. Aku tak percaya, ternya semua ini bisa melangkah sampai sejauh ini.
Aku tak pernah berani mengusikmu jika nanti akhirnya hanya akan membebanimu dikarenakan perasaanku ini.


Untuk kamu, M**** ...
Untuk mu yang bahkan tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ah

Wednesday, February 5, 2014

Cinta Di Ujung Penyesalan

Kisah Nyata : Cinta Di Ujung Penyesalan

Suami yang tercinta

Ini adalah kisah nyata yang akan menginspirasi kita semua, saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina. Semoga dapat menjadi pelajaran dan HIKMAH bagi kita semua.

****
Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yg terus ada. Ini adalah kisah nyata di kehidupanku. Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada. Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku. Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku. Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.

Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada. Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.

Dia berkata, “ Setiap kali kami ajak dia makan siang, mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ Aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”

Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.
Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi:

“Perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin, sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”

Membaca itu, benar-benar baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku. betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.
Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ Ibu capai? Istirahat dulu saja”
Dengan kasar kukatakan, “ Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak, urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih. titik.”

Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku:
“Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula.”

Dan suamiku menjawab, “ Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja, aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”

Tuhan..Maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.
Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.

Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu, karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu, aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Thursday, January 30, 2014

Surat Cintaku yang Pertama dan Terakhir Kalinya

Jika kau tau kalau malam ini aku masih terjaga dan sedang menulis surat cinta untukmu, mungkin kau akan teringat pada beberapa kenangan yang tak pernah kau sadari sebelumnya, bukannya aku ingin menceritakannya padamu melalui narasi ini tapi, aku hanya ingin membuktikan bahwa aku tak pernah melupakan sejarah yang pernah aku tapaki diantara kegelapan bayanganmu. Aku tak mau menyangkali jika aku sedang jatuh cinta padamu, hanya karena masih ada setumpuk keraguan dijiwamu maka aku harus menunda memberangkatkan rakit cintaku padamu, aku tak mau rakit itu dihancurkan oleh keraguanmu karena ia kuikat dengan peluh dan airmata juga seonggok kesungguhan cintaku, bukannya aku tak rela tapi mestikah aku pasrahkan yang nantinya bermuara kesia-siaan? Tentunya tidak, ataukah kuikhlaskan saja untuk kau gunakan sebagai parahu dalam menyeberangi samudera kebahagiaan bersamanya? Aku yakin dirimu tak sekeji itu. Tercatat ribuan puing kenangan dilembaran sanubariku, kenangan tidak bersamamu. Tak usah kusebutkan secara detail sudah berapa lama aku menyimpan cinta dan kerinduan ini sebab kau tak akan pernah percaya.
Hari ini masihkah kau ragu? jika ya, maka aku harus katakan ‘jangan menyesal’. Karena aku pahami tidak ada cinta yang sejati, pasti akan mengalami perubahan walaupun wujudnya tak termaterialkan, jangan pula salahkan aku karena aku tidak sedang diam begitupun denganmu, cinta itu akan berkontradiksi dengan dirinya sendiri melalui beberapa faktor X yang mempengaruhinya. Jadi, itulah sebabnya kenapa cinta kadang mengalami pasang dan surut. Jujur saja aku kadang merasakannya dan kadang pula melampaui batasannya tapi kenapa ia tak pernah mau hilang selamanya? Itulah cinta yang setelah terlanjur bersarang maka akan sulit untuk punah ibarat rumput yang tak akan pernah mati selama masih ada tanah dan kelembabannya, sama dengan cintaku, masih ada kau dan juga aku!!
Sebenarnya ingin segera kutuntaskan kisah ini tapi aku masih butuh keyakinan yang lebih dan keyakinan itu belum kau berikan padaku, karena sepertinya kau juga masih mempelajarinya ataukah kau memang sengaja tak memberikanku? Tolong jangan terlalu larut didalamnya karena ia akan melukaimu. Ketersembunyianmu yang menghalangiku untuk sampai pada kulminasi kisah membuat dinamika perasaan ini melemah ditambah lagi kegelapan yang kau ciptakan ditengah pergumulan ini. Aku hanya tak mau salah satu diantara kita ditinggalkan cinta, akan indah ketika kau yang ditinggalkan, tapi kalau aku? Itu yang kutakutkan dan jawabannya akan segera terpancang dihadapanmu cepat atau lambat, aku hanya bisa pasrah dalam keadaan seperti itu dan dayaku untuk merebutnya tidak akan pernah sampai lagi karena cinta yang telah pergi terlalu jauh untuk kukejar dan sepertinya mustahil. Biarkanlah kenangan yang menyambutnya dan abadi bersamanya, tidak usah khawatir kisah itu akan selalu membuatmu menyesal dan merindu setiap kali kakimu bersinggah di dermaga, kalau kau ingin menangisinya silahkan saja tapi jangan berharap akan kembali seperti yang dulu.
Sepertinya sudah pagi aku harus segera menyelesaikan tulisan ini agar tak terjamah cahaya matahari dan aku akan tidur bersama cintaku dan menguburnya dibawah nisan yang telah kusiapkan dalam pembaringanku. Selamat tinggal!
Untuk kamu, M**** ...
Untuk mu yang bahkan tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ahhh

Sebenarnya aku Tidak Suka Menulis Surat Cinta

Sebenarnya aku tidak suka menulis surat cinta..
karena surat cinta pertamaku jatuh ke tangan gadis sepertimu..
menulis surat cinta itu sama saja mengenang dirimu, dimana diri ini sangat bersemangat menulisnya. masih sama kok dengan keadaan sekarang. aku bersemangat sekali. itulah mengapa aku tidak suka karena aku enggan mengakuinya..

aku tidak suka surat cintaku dibaca olehmu..
karena sebenarnya aku malu kamu mengetahuinya. aku malu kalau sebenarnya disela - disela kesibukan aku masih sempat ingat kamu. sederhana sekali. seperti " disana kamu lagi ngapain ? " atau " bagaimana kabar dia disana ? " dan aku malu mengakuinya disaat senggang ingin sekali berbicara denganmu. sedikit obrolan yang kita lakukan seperti dulu. seperti kita dalam putaran mesin 30 hari menulis surat cinta.

banyak sekali alasan kenapa aku malas menulis surat cinta..
karena tulisanku tidak sebagus dirimu. tidak sepuitis dirimu. tulisanmu begitu sangat bagus untuk dibaca. dan aku tidak bisa menulis surat cinta yang baik untukmu. mungkin surat cintaku yang kutulis tidak bagus atau kadang gak nyambung. tapi, sebenarnya hanya lewat surat ini kadang bisa berkomunikasi. iya, komunikasi. karena itu sudah jelas. aku senang selama ini berkomunikasi dengan kamu. semoga sampai nanti..

aku mulai benci melanjutkan kata - kata di surat ini...
ada yang tertahan. padahal banyak sekali hal - hal yang ingin disampaikan ke kamu. tapi susah sekali menyampaikan lewat tulisan. aku juga gak tau kenapa ?
itu kenapa aku lebih suka mengobrol denganmu via skype. selain bebas bersuara, diam - diam aku senang memperhatikanmu. dari kamu serius sampai akhirnya tertawa. itu kenapa aku selalu berusaha melucu walau sampai garing. itu semata - mata cuma buat kamu tertawa atau minimal tersenyumlah hhe. gimana ya bilangnya. ya, suka liatnya kalau kamu senyum..

ada beberapa hal yang kadang kupikirkan. seandainya jika bertemu lalu apa yang sebenarnya terjadi ? apakah kita bisa ngobrol seenaknya seperti biasa ? apakah malah canggung ya ?
lalu mungkin jalan berdua, seperti makan, nongkrong, atau sekali - sekali kaya anak ABG ke mall seperti nonton, atau apalah.

lucu juga kalo dipikir - pikir bisa dekat dengan cewek yang jauuuuuuuh disana. padahal dulunya kita sekota dan kerennya gak pernah ketemu atau kita gak pernah sadar aja kali. lucu sekali. lucu sekali klo kadang kita banyak kesamaan yang gak disengaja seperti handphone kita, pengen punya NDS tapi gak kesampaian, atau apalah itu.

lucunya..
kamu sabar aja kalau ngobrol sama aku. karena kadang gak nyambung. bahasa inggrisku kacau. atau kadang kelewat bodohnya. makasih ya udah mau sabar :))

aku gak tau sebenarnya kamu itu siapaku. atau apalah aku menganggapmu.

aku kangen dan sayang kamu..
Ma

itulis dengan keadaan digigit nyamuk dan ditemani secangkir kopi dan sebungkus cemilan hasil mengemis dari ibu tercinta.

Friday, January 17, 2014

Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu

Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu
Assalamualikum /hihi


hay  :') baru belajar menggalau nih sama pakarnya hehe oke sip aku gak bakal panjang lebear. ini aku buat khusus buat yg lagi menggalau ria. silakan dinikmati. ehh salah yaa. silakan di baca

Disini aku, sibuk dengan remot tv untuk menggonta-ganti chanel karna bingung yg mana yg harus aku tonton. Rasanya semua membuat aku merasa bosan, tak ada hal lain yg aku pikirkan selain kamu. Adakah satuan waktu yg lebih cepat dari detik.? jika ada secepat itulah rindu menusuk-nusukkan diriku bila kamu tak ada di hadapanku. Taukah kamu aku disini merindukanmu.? Aku yakin kamu tak tau karna kamu tak punya sedetikpun waktu untuk ku.
Setiap satuan menit mungkin aku selalu mengalihkan pandangan ku ke layar iPhone ku. seraya berharap ada balasan sms darimu. Ketahuilah aku tak kenal waktu untuk menunggu balasan sms darimu. Dan aku yakin kamu tak pernah tau bila aku selalau mengharapkan balasan sms darimu. Sekalipun itu hanya sebuah kata "iya" ataupun "tidak" tapi, aku akan tetap menunggunya.
Bagiku yg lebih melelahkan adalah pikiran bukan tindakan. Buktinya aku tak pernah lelah menunggu balasan sms darimu. Namun, karna adanya pikiran yg menghantuiku aku jadi bingung. Menerka-nerka sesuatu yg tak jelas. Berprasangka buruk terhadapmu. dan tak jarang aku menangis kara hal ini. Hah? Menangis? iya aku Menangis karna kamu.?
Apa yg membuat aku menangis? siapakah aku untukmu? aku bukan siapa-siapa untukmu. Toh, sekalipun kamu tau aku menangis karna kamu, Apa kamu akan menghapus air mataku? tidaaaaaaak! untuk membayangkannya saja aku tak pernah apalagi itu kenyataan. itu sangat tidak mungkin. Gimana tidak aku berfikir seperti itu? jelas karna kamu tak pernah peduli dgn perasaanku.
Yaah, aku menangis karna aku lelah memikirkanmu. Walau aku tau memikirkanmu sama saja dengan menyakitiku. tapi, aku akan tetap setia menunggu balasan sms darimu. Tidak tidurpun aku sanggup. Walau padahal esok aku harus mengerjakan soal-soal ujian itu bukan masalah untukku. Hingga puku 03.00 pagi pun kamu enggak balas sms-ku. aku tak lelah menunggunya. Tertidur aku di kursi ruang tengah. Namun, tidurku tak merasa nyaman. Mungkin setiap 10 menit sekali aku kembali menatap layar iPhone ku untuk melihat adakah balasan smsku darimu.?
Hingga pukul 05.00 tak ada satupun sms dari kamu. aku tetap tersenyum seraya melihat jam menunjukkan pukul 05.00. yaah, itulah senyum pertamaku hari itu untuk kamu. Walau kamu telah membuat ku menunggu. Tapi, aku tetap ingin tersenyum untukmu. Azan shubuh berkumandang. Cepat aku ambil iPhone ku. mengirim sebuah sms untukmu agar kamu terbangun dan melaksanakan sholat shubuh. Kurang kah rasa tulus ku untukmu setelah apa yg kamu lakukan untukku?
Kamu masih tak mengerti betapa tulusnya aku. Sungguh apa mungkin aku tak mendapatkan kunci untukmu hatimu.? jika tidak, lantas siapa yg mendapatkannya? siapa orang itu yg begitu beruntung.? Biarlah aku biarkan itu melintas sesaat di pikiranku.
Pernahkah kamu memikirkanku? aku yakin tidak. jelas itu terlihat dari sikapmu kepadaku. pernahkah kamu menyebut namaku.? pernah, hanya waktu itu bukan.? waktu di saat kita berkenalan. Namun, tau kah kamu aku begitu sering mengucapakan namamu di setiap doaku. bahkan, temen-temenku menulikan telinganya karna bosan mendengarkan aku yg selalu menyebut-nyebut namamu.
Sadarkah kamu aku begitu perhatian kepadamu melebihi aku perhatian kepada diriku sendiri. Namun, kamu tak peduli itu bukan. tak pernah berterima kasih bukan. apalagi untuk membalasnya.? aku punya banyak waktu untukmu. tapi, kamu mungkin hanya punya sedetik waktu untukku bukaan.?.
Aku sadar aku bukan untukmu, baiklah aku akan pergi sejenak dari hidupmu. tapi, aku yakin suatu saat nanti kamu akan merindukan perhatian dariku. apa? masih sanggup kamu mengatakan tak pernah. hey, karma itu berlaku. tidak sekrang tapi nanti. aku yakin kamu akan menyesal telah mengabaikan aku.

oke. keep smile yaa percaya karma itu berlaku. oke sekian untuk kalian yg sedang galau. saya pamit du yaa.

Twitter Facebook Favorites More