Pages

Monday, February 17, 2014

Masih Tentangmu Mar***

INI KHUSUS UNTUKMU, M
Sebenernya Cerita ini sudah lama ku buat,tapi baru sekarang aku memiliki nyali untuk mengsharenya..
Kuharap kamu Membacanya :'(
M, cerita ini kubuat khusus untukmu
Khusus, agar kau tau apa yang kurasakan..
M*****
Mereka bertanya kepadaku..
Mereka menyudutkanku dengan pertanyaan yang bahkan aku tak mengerti.
Mereka bertanya “Apa bagusnya dia?? Apanya yang menarik dari dirinya sampai kau kehilangan akal sehatmu?”
 
Sungguh, ingin kujawab pertanyaan itu
Ingin kujawab pertanyaan itu agar mereka  bisa paham apa yang kurasakan
Tapi bagaimana?? Saya kehabisan akal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu!!
Ingin kuutarakan pada mereka seribu, sejuta, bahkan banyak sekali alasan mengapa aku bisa mencintaimu, M****...
Bahkan, rasanya waktupun tak akan cukup untuk menjelaskan semua alasan yang kumiliki...
BOHONG!! Kalau masih ada yang mengatakan Cinta adalah ketika kau tak punya alasan untuk mencintainya!!
Ya!! Itu BOHONG!!
Karena sudah kukatakan bahwa ada sejuta bahkan lebih dari itu alasan aku mencintaimu, m****
Lama kupikirkan bagaimana caranya mengungkapkan banyak alasan itu dalam waktu yang singkat..hingga akhirnya muncul sebaris kalimat dalam pikiranku..sebaris kalimat yang kurasa cukup mampu menjelaskan jutaan alasanku..
Kau ingin tau M****?? Hmm...kuharap kaupun bisa mengerti, jenis kalimatku ini.
Jika saja kau yang bertanya apa alasanku mencintaimu, maka aku akan balik bertanya padamu “ADAKAH ALASAN UNTUK TIDAK MENCINTAIMU??”
Ya, rasanya kalimat itu yang bisa benar-benar membantuku menjelaskan semuanya..
Saya punya banyak alasan untuk mencintaimu, tapi TAK SATUPUN ALASAN YANG BISA MEMBUATKU BERHENTI MENCINTAIMU..
Berlebihankah kalimat yang kugunakan M****??
Tapi menurutku tidak..kau memang layak untuk kucintai..bahkan dengan segala keanehan yang kau miliki, kau tetap satu-satunya Wanita yang mampu menggetarkan hatiku, mengalirkan air mataku, dan membuatku tersenyum di saat bersamaan..
Wajahmu, suaramu, senyummu, ramahmu, tawamu, jailmu, anehmu, marahmu, dan semua yang melekat pada dirimu, semua mampu membuatku hilang akal!!
Yakin 1000%, bertahun-tahun bahkan berabad-abad sekalipun, aku tak akan menemukan alasan yang cukup kuat untuk berhenti mencintaimu..sekali lagi, karena kau memang pantas untuk kucintai..
M****, andai ada 1 saja kesempatan emas yang diberikan Tuhan padaku, kuhanya ingin meminta agar Tuhan menetapkan hatiku..kuhanya ingin meminta pada Tuhan agar diberi kekuatan untuk tetap mencintaimu..
Jarak, bahasa, budaya, bukanlah halangan besar...karena besarnya cintaku padamu lebih dari itu semua, M****..
Yang kuyakini saat ini, Tuhan telah menyiapkan sebuah waktu khusus, waktu yang istimewa bagi pertemuan kita suatu hari nanti....kita hanya butuh menanti dengan sedikit kesabaran...kita akan bertemu suatu saat...


Untuk kamu, M*****. Untuk mu yang bahkan
tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ahhh....

Khusus untukmu,Bacalah..

untuk kamu, bacalah.

mungkin aku terlalu pengecut hanya untuk sekedar menunjukkan wajahku di pandanganmu atau hanya sekedar basa basi lewat telefon hanya untuk melepas rasa rinduku. dan barisan tulisanku ini mungkin tak bisa secara utuh menggambarkan bagaimana rinduku terhadap seorang perempuan. iya perempuan itu kamu,M*****

aku yang sekarang ini yang masih menerka-nerka. belum mampu menjelaskan betapa gigihnya aku mengagumi kamu.

bagaimana hubunganmu dengan pria dekatmu yang bersebelahan kelas denganmu? baik-baik saja kah? kuharap begitu. ya, aku tidak bermaksud mengumbar, tapi namamu, dan lelaki itu, sudah menjadi hal wajib yang selalu kuceritakan dan kumintakan yang terbaik pada Allah yang luar biasa.

boleh kah aku bercerita sedikit? aku tidak tau sejak kapan aku menjadikan kamu sebagai salah satu bagian terpenting dalam hidupku. kamu ingat waktu kita di perkemahan itu? ah pasti sudah tidak ingat. tapi aku, aku masih  jelas ingat semua yang terekam di otakku. harus ku akui, sewaktu berbicara denganmu, lidahku kelu, aku mendadak bisu sesaat. hahaha, tertawalah jika kau merasa ini berlebihan, tapi memang begitulah adanya.

kamu tau? hidup ini sungguh aneh, ada saat dimana kita dibawa terbang tinggi, anganmu dilambungkan melewati langit, tapi dengan keras pula dia menghempaskanmu terlalu keras ke bumi, sampai semua daya habis, sampai semua tulang remuk. Ketika aku menyadari bahwa hanya kamu segalanya yang kubutuhkan dalam hidupku, kenyataan berteriak pahit ditelingaku,juga kamu mungkin orang yang tidak bisa aku miliki. sampai disini kamu mungkin merasa bahwa tulisanku ini tidaklah masuk akal, tapi percayalah, seandainya kamu belum bersama dia, akan kulakukan cara apapun untuk bisa terus bersamamu. sayangnya, aku tak bisa mengubah kenyataan.

aku tidak tau harus apa, tapi sepertinya hal yang bisa aku lakukan hanya memperhatikanmu dari jauh, bersusah payah mencari tau kabarmu. aku harus keluar dari hidupmu, walau aku tak pernah benar-benar masuk. aku tidak bisa melupakan kamu, tapi aku harus bisa melupakan semua perasaanku yang sudah tercipta padamu, walau itu berarti aku harus mengorbankan seluruh waktuku selama hidup untuk melakukannya. kamu harus tau, aku butuh waktu begitu lama untuk bisa melihat kamu tanpa merasakan apa yang kurasakan setiap kali melihatmu

dari aku, beberapa saat saja, aku ingin melupakan semua, aku ingin lupa bahwa kamu punya kekasih, lupa bahwa kamu mencintai kekasihmu. teruslah tersenyum, M*****. aku senang melihat senyummu, walau bukan aku yang menjadi alasanmu untuk tersenyum. ketahuilah, perasaanku kepada kamu masih sama seperti dulu hingga sekarang :)
Dan itu tak akan pernah berubah SELAMANYA.


Pertanda : Orang yang Selalu Menyayangimu ( Dika)

Tentang Kamu Ma

Cerita Tentangmu

                          Semua ini hanya tentang kamu,yang mungkin telah melupakanku

Sebenernya cerita ini sudah lama ku buat khusus untuk mu Kembar,udah sekitar 1tahun yang lalu tepatnya 5 ferbruari 2013,tapi baru saat ini aku berani mengsharenya...


Surat ini khusus aku alamatkan ke sudut kecil dalam ruang dihatimu, tempat yang sering kukunjungi tapi tak pernah kutahu alamat detail dan daerah spesifiknya. Entah, saat menulis ini, aku ingat kali pertama perkenalan dan pertemuan kita terjadi. Aku ingat betul setiap detailnya, dan aku... tak pernah melupakan setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita, bahkan cerita sekecil apapun.
Dan.. Aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati setiap detik-detiknya.
Bagaimana usahaku untuk menghargai setiap menit yang berlalu ketika di dekatmu.

Jelaskan padaku mengapa semua menjadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terkecil diotakku, hingga mengisi kekosongan dalam relung-relung dihatiku.
Semua terjadi begitu saja, begitu cepat tanpa teori maupun basa-basi.
Aku melihatmu, mengenalmu, lalu.. mencintaimu. Sesederhana itulah kamu menguasai hari-hariku.
Kamu jadi penyebab rasa semangatku..
Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Iya, mungkin, aku jatuh cinta, entah kamu.

Semua kulakukan diam-diam. Begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair.
Semua kusembunyikan. Hingga perasaanmu yang kurang peka tak memperdulikan aku.
Ya! Memang aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.

Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua cerita dan kenangan itu dari otakku.
Aku tak bisa melupakanmu.. Sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku.
Sorot tajam matamu yang selalu mampu memperindah pandanganku.
Senyummu itu sangat ampuh menyita pandanganku untuk tak lagi menghiraukan yang lainnya.
Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan.
Tolong, buat aku lupa jika memang itu seharusnya, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.

Hanya ada aku sendiri, disini, disudut yang sunyi, gelap dan sepi.
Berusaha memutar otak untuk temukan cara terbaik untuk tak lagi memikirkanmu.
Bagaimana bisa perasaan ini berkembang menjadi sebesar ini?
Selama ini aku mencari tapi tak pernah berhasil menemukan apa jawabnya.

Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil.
Dan yang selalu memberatkan, yang selalu menahan perasaanku untuk tetap mencintaimu adalah ketika kau berkata "jangan pernah merasa sepi ya, karena aku selalu ada untukmu." aku tersenyum lebar ketika barisan kalimat itu kau kirimkan untukku melalui pesan singkat itu.
Ya, memang harusnya aku tak perlu sesenang itu, karena mungkin kamu menulisnya tanpa perasaan, hanya untuk merespon perkataanku saja.

Tertulis dengan sederhana untukmu, calon pemimpin negara yang masih menjajaki beberapa Tahap awal untuk meraih kesuksesan
Kamu adalah orang yang selalu berhasil membuatku bertanya-tanya
Kamu adalah orang yang seringkali membuatku berlaku gila
Kamu adalah orang yang mengajariku terbang, mengepakkan sayap, lalu mematahkannya.
Hal-hal yang kau lakukan selalu aneh dan tak biasa.
Tapi, kalau boleh jujur, justru keanehan itulah yang membuatmu menjadi seseorang yang selalu kurindukan.
Keanehan yang tak pernah kutemukan pada orang lain selama ini.

Jujurku menenggelamkan kemunafikan. Nyatanya aku (masih) merindukanmu.
Ada banyak hal yang membuatmu tak bisa melupakanmu, ada banyak yang tidak dimiliki orang lain selain dirimu.
Ada beberapa yang selalu aku rindukan darimu, salah satunya... Senyummu.

Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama.
Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu.
Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu.
Padahal sebenarnya aku hancur..
Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.

Yaa.. Begitu hebatnya keadaan, sehingga ia selalu berhasil memaksa seseorang untuk mengikhlaskan suatu ketiadaan..

Aku lelah, ketika harus memaksa otakku agar tak lagi memikirkanmu, semakin aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang ia simpan secara sengaja.
Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan untuk melupakanmu..

Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu.
Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran.
Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!

Hey, dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai.
Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Aku akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Jangan terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..

Bagiku, yang terpenting adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya untukku.

Terima kasih.. Engkau telah membagikan sedikit kenanganmu untukku, yang tergambar indah dalam kenangan hidupku.

Selama ini.. Aku selalu dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut untuk diberi jawaban, tapi tak pernah sedikitpun aku temukan.
Tapi sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya bukan jawaban yang dibutuhkan, tapi pengertian.
Mengerti.. bahwa sesungguhnya tuhan tidak pernah membuat cerita seperti ini tanpa alasan, dan mungkin saja tuhan tidak ingin aku mencari tahu apa alasan tersebut, tapi tuhan ingin aku belajar dari cerita itu.
Dan.. Memang benar.
Tuhan membuatku belajar banyak hal dari cerita yang ia buat.
Mungkin, belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku.
Mungkin belajar bagaimana tetap tersenyum walau sebenarnya dalam hati hancur.
Semua ini.. Mungkin adalah salah satu cara tuhan untuk mendewasakanku.

Semua ini terjadi begitu saja, tanpa aku sadari. Tentu bukan kebetulan seperti yang kebanyakan orang bilang. Karena aku tak percaya dengan yang namanya "kebetulan" di dunia ini.
Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini? Karena jelas-jelas ini semua memang telah direncanakan tuhan sebelumnya, tanpa sepengetahuan kita.
Disini kita menjadi aktor dan aktris yang memainkan alur cerita sesuai dengan apa yang tertulis pada skenario.

Dan hari ini, hari dimana aku harus benar-benar terbangun dari mimpi panjangku yang bertopikkan tentangmu. Sebegitu menjengkelkannya kisah yang terjadi diantara kita berdua, yang dikemas sangat rapi dan indah oleh tuhan, sehingga tak mudah untuk dilupakan. Bahkan mungkin akan menjadi kisah sepanjang masa yang tak akan pernah ku lupakan

Aku takut mengartikan kata-kata manis darimu, yang mungkin saja kau katakan tak hanya untukku.
Aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. Aku takut!

Karena pada dasarnya, semua orang memiliki topengnya masing-masing. Dan aku? Belum terlalu pandai untuk mengerti kenampakan aslinya. Karena seringkali yang ditunjukkan pada kita belum tentu itu pula yang ada dalam hatinya.

Dan aku, semakin takut jika perasaan ini tumbuh ke arah yang tak kuinginkan.
Tolong, aku mohon, hentikan langkah ku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. Tolong, kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.

Ketahuilah M*****.. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang semakin Memenuhi Ruang  diotakku.
Seperti asap rokok yang mengepul semakin tinggi diudara. Aku tak percaya, ternya semua ini bisa melangkah sampai sejauh ini.
Aku tak pernah berani mengusikmu jika nanti akhirnya hanya akan membebanimu dikarenakan perasaanku ini.


Untuk kamu, M**** ...
Untuk mu yang bahkan tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ah

Wednesday, February 5, 2014

Cinta Di Ujung Penyesalan

Kisah Nyata : Cinta Di Ujung Penyesalan

Suami yang tercinta

Ini adalah kisah nyata yang akan menginspirasi kita semua, saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina. Semoga dapat menjadi pelajaran dan HIKMAH bagi kita semua.

****
Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yg terus ada. Ini adalah kisah nyata di kehidupanku. Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada. Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku. Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku. Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.

Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada. Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.

Dia berkata, “ Setiap kali kami ajak dia makan siang, mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ Aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”

Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.
Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi:

“Perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin, sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”

Membaca itu, benar-benar baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku. betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.
Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ Ibu capai? Istirahat dulu saja”
Dengan kasar kukatakan, “ Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak, urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih. titik.”

Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku:
“Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula.”

Dan suamiku menjawab, “ Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja, aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”

Tuhan..Maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.
Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.

Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu, karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu, aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Twitter Facebook Favorites More