Pages

Saturday, May 17, 2014

Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu


Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu
Assalamualikum /hihi
hay  baru belajar menggalau nih sama pakarnya hehe  oke sip aku gak bakal panjang lebear. ini aku buat khusus buat yg lagi menggalau ria. silakan dinikmati. ehh salah yaa. silakan di baca 
Disini aku, sibuk dengan remot tv untuk menggonta-ganti chanel karna bingung yg mana yg harus aku tonton. Rasanya semua membuat aku merasa bosan, tak ada hal lain yg aku pikirkan selain kamu. Adakah satuan waktu yg lebih cepat dari detik.? jika ada secepat itulah rindu menusuk-nusukkan diriku bila kamu tak ada di hadapanku. Taukah kamu aku disini merindukanmu.? Aku yakin kamu tak tau karna kamu tak punya sedetikpun waktu untuk ku.
Setiap satuan menit mungkin aku selalu mengalihkan pandangan ku ke layar Hanpone ku. seraya berharap ada balasan sms darimu. Ketahuilah aku tak kenal waktu untuk menunggu balasan sms darimu. Dan aku yakin kamu tak pernah tau bila aku selalau mengharapkan balasan sms darimu. Sekalipun itu hanya sebuah kata "iya" ataupun "tidak" tapi, aku akan tetap menunggunya.
Bagiku yg lebih melelahkan adalah pikiran bukan tindakan. Buktinya aku tak pernah lelah menunggu balasan sms darimu. Namun, karna adanya pikiran yg menghantuiku aku jadi bingung. Menerka-nerka sesuatu yg tak jelas. Berprasangka buruk terhadapmu. dan tak jarang aku menangis kara hal ini. Hah? Menangis? iya aku Menangis karna kamu.?
Apa yg membuat aku menangis? siapakah aku untukmu? aku bukan siapa-siapa untukmu. Toh, sekalipun kamu tau aku menangis karna kamu, Apa kamu akan menghapus air mataku? tidaaaaaaak! untuk membayangkannya saja aku tak pernah apalagi itu kenyataan. itu sangat tidak mungkin. Gimana tidak aku berfikir seperti itu? jelas karna kamu tak pernah peduli dgn perasaanku.
Yaah, aku menangis karna aku lelah memikirkanmu. Walau aku tau memikirkanmu sama saja dengan menyakitiku. tapi, aku akan tetap setia menunggu balasan sms darimu. Tidak tidurpun aku sanggup. Walau padahal esok aku harus mengerjakan soal-soal ujian itu bukan masalah untukku. Hingga puku 03.00 pagi pun kamu enggak balas sms-ku. aku tak lelah menunggunya. Tertidur aku di kursi ruang tengah. Namun, tidurku tak merasa nyaman. Mungkin setiap 10 menit sekali aku kembali menatap layar Hanpone ku untuk melihat adakah balasan smsku darimu.?
Hingga pukul 05.00 tak ada satupun sms dari kamu. aku tetap tersenyum seraya melihat jam menunjukkan pukul 05.00. yaah, itulah senyum pertamaku hari itu untuk kamu. Walau kamu telah membuat ku menunggu. Tapi, aku tetap ingin tersenyum untukmu. Azan shubuh berkumandang. Cepat aku ambil Hanpone ku. mengirim sebuah sms untukmu agar kamu terbangun dan melaksanakan sholat shubuh. Kurang kah rasa tulus ku untukmu setelah apa yg kamu lakukan untukku?
Kamu masih tak mengerti betapa tulusnya aku. Sungguh apa mungkin aku tak mendapatkan kunci untukmu hatimu.? jika tidak, lantas siapa yg mendapatkannya? siapa orang itu yg begitu beruntung.? Biarlah aku biarkan itu melintas sesaat di pikiranku.
Pernahkah kamu memikirkanku? aku yakin tidak. jelas itu terlihat dari sikapmu kepadaku. pernahkah kamu menyebut namaku.? pernah, hanya waktu itu bukan.? waktu di saat kita berkenalan. Namun, tau kah kamu aku begitu sering mengucapakan namamu di setiap doaku. bahkan, temen-temenku menulikan telinganya karna bosan mendengarkan aku yg selalu menyebut-nyebut namamu.
Sadarkah kamu aku begitu perhatian kepadamu melebihi aku perhatian kepada diriku sendiri. Namun, kamu tak peduli itu bukan. tak pernah berterima kasih bukan. apalagi untuk membalasnya.? aku punya banyak waktu untukmu. tapi, kamu mungkin hanya punya sedetik waktu untukku bukaan.?.
Aku sadar aku bukan untukmu, baiklah aku akan pergi sejenak dari hidupmu. tapi, aku yakin suatu saat nanti kamu akan merindukan perhatian dariku. apa? masih sanggup kamu mengatakan tak pernah. hey, karma itu berlaku. tidak sekrang tapi nanti. aku yakin kamu akan menyesal telah mengabaikan aku.Namun Begitu Aku akan selalu menunggumu 
oke. keep smile yaa  percaya karma itu berlaku. oke sekian untuk kalian yg sedang galau. saya pamit du yaa.
Wassalam /bye +

Ini hanya untuk mengingat lagi !!

" Ini hanya untuk mengingat lagi !! "
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata AYAH-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang AYAH bekerja dan dengan wajah lelah AYAH selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. AYAH biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah AYAH mengganggapmu bisa, AYAH akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu AYAH, jangan dilepas dulu roda bantunya"

Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?

Bahwa AYAH dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi AYAH akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, AYAH melakukan itu karena AYAH tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, AYAH yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu AYAH benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada AYAH untuk dapat izin keluar malam, dan AYAH bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa AYAH melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi AYAH, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada AYAH, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu....

Tahukah kamu, bahwa saat itu AYAH memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa AYAH sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, AYAH akan memasang wajah paling cool sedunia.. 

AYAH sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati AYAH merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan AYAH melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan AYAH adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatirrr dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati AYAH akan mengeras dan AYAH memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti AYAH akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan AYAH"

Setelah lulus SMA, AYAH akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau insinyur

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan AYAH itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh AYAH tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan AYAH

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... AYAH harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan AYAH terasa kaku untuk memelukmu?

AYAH hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal AYAH ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.

Yang AYAH lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

AYAH melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah AYAH.

AYAH pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan AYAH tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut AYAH adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin AYAH, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti AYAH belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu AYAH merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

AYAH adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

AYAH akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada AYAH untuk mengambilmu darinya.

AYAH akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena AYAH tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... Saat AYAH melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, AYAH
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu AYAH pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

AYAH menangis karena AYAH sangat berbahagia, kemudian AYAH berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, AYAH berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu AYAH hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
AYAH telah menyelesaikan tugasnya....

AYAH, Bapak, Papa atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis..
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.

Twitter Facebook Favorites More