Pages

Tuesday, July 19, 2016

Pilihan tersulit tapi “'harus”



 Menipu diri sendiri kadang menjadi pilihan terahir yang paling tepat untuk dilakukan daripada harus melihat orang yang kita sayang merasa terluka atau tersakiti terus-terusan. Terlihat bodoh ya? Aku mengerti, ini tak benar, akan ada yang tersakiti; dan paling pasti itu aku, si penipu diri sendiri. Tapi bukan tanpa alasan aku melakukan ini semua, memang banyak hal yang sulit dimengerti di dunia ini, namun yang saat ini aku pilih, aku mengerti, ada saatnya untuk merelakan orang yang kita sayang, bukankah cinta memang tak harus saling memiliki ? Aku membebaskan dia, orang yang ku sayang. Biarkan dia mencari jalannya sendiri. cinta memang sulit dijelaskan dengan kata-kata... Jujur, aku memang ingin menahannya, berharap dia akan selalu di sini bersamaku, seburuk apapun kondisi ku nanti. Tapi balik lagi, ga semua yang di inginkan bisa tercapai, karna ini hidup bukan sekedar dongeng penuh kebahagiaan. Ada saatnya terjatuh, terluka dan terhempas Mungkin ini terlihat sangat aneh, ketika aku mengatakan pada semua orang yang aku kenal bahwa aku sangat menyayanginya dan berharap dia jadi satu-satunya yang terahir dalam hidup tapi pada akhirnya aku hanya membiarkannya pergi begitu saja. Iya terlihat sangat aneh bila itu hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Cinta tak butuh penjelasan, udah sering denger kalimat itu kan ? yang terjadi sekarang ini ya seperti itulah sebelas dua belas

Mempertahankan dia selalu, selelah apapun aku selama ini, berharap lebih padanya, apa ini tak cukup ku sebut dengan ‘cinta’? menyayanginya, memberikan segala hal yang dia inginkan, menuruti semua apa yang dia mau meski kadang tak sejalan dengan inginku, apa itu belum cukup menjadi bukti? Dan sekarang saat dia ingin pergi, aku mengiyakannya, menuruti keinginannya untuk melepasnya pergi, apa itu terlihat bodoh ??? bukan, ini bukan suatu kebodohan, tapi ini apa yang ku sebut ‘cinta’ Iya memang, aku terlihat bodoh, mau saja ditinggalkan setelah sekian lama bersabar dalam penantian, rela menunggu dan sering diabaikan padahal ujung-ujungnya juga menjadi yang tersakiti. tak bisakah kalian lihat, inilah ketulusan dari cinta itu sendiri. Melepaskan tak semudah saat mengucapkan “goodbye”, tak pernah semudah itu. Tapi memilih menahan orang yang kita sayang untuk selalu bersama kita padahal dia udah ga menginginkan hal yang sama itu bukan pilihan yang bijak. Aku menyayanginya, pasti. Aku tak ingin melihat dia orang yang ku sayang tersiksa dalam keadaan ini, meski alasan yang dia katakan saat memilih pergi tidak masuk akal setelah sekian lama kami sama-sama bertahan dalam hubungan yang seperti ini. Aku akan membiarkannya, merelakan dia memilih apa yang dia mau, menuruti segala hal yang menurutnya baik untuk dirinya sendiri, mengerti dengan kebahagiaan yang ingin dia dapatkan disana, karna aku tau kebahagiaan dia bukan selalu bersamaku.

Aaahh, aku ingin menarik nafas dengan lega sekarang, karna pada akhirnya aku tau, kali ini aku benar-benar bisa mengerti arti dari cinta itu sendiri, cinta yang awalnya rumit untuk difahami. Aku bersyukur di ahir jalan ceritaku bersamanya aku menyadari aku benar-benar menyayanginya, cinta yang ku miliki untuknya bukan lagi sekedar cinta monyet yang mementingkan ego sendiri. Aku tau sekarang, ini bukan sebuah kalimat gombal yang mudah diucapkan dulu saat aku masih terlalu kekanakkan mengenai ‘cinta’. Aku menyayanginya. Menyayangi orang yang ku relakan pergi, menyayangi orang yang ku relakan dirinya meraih mimpinya sendiri, menyayangi orang yang ku relakan menjalani hidupnya tanpa aku sebagai bagian dalam cerita hidupnya.

“Maaf ya, aku tak pernah bisa menjadi yang terbaik, bahkan aku tak bisa menyebutkan satu alasan saja mengapa aku begitu menyayangimu seperti ini saat kamu tanyakan hal ini padaku. Maaf bila bersamaku hanya menyisakan luka. Maaf, aku tak pernah bisa adadisisimu saat kamu butuh bahu untuk bersandar saat kamu lelah menjalani hidupmu. "Maaf", aku ga pernah bisa jadi apa yang kamu mau walaupun aku slalu mencobanya. Maaf, maaf, maafin aku semoga kamu selalu menemukan kebahagiaanmu yang tak pernah kamu temukan saat bersamaku, aamiin”

Itu tadi kalimat terahir yang pengin aku ucapin ke dia tapi sampai saatini belum bisa aku ucapin karna lagi-lagi, lebih baik aku menipu diri sendiri daripada membebani dia dengan semua yang ku rasakan. Aaaahh sudahlah, ini terahir kali aku mengatakan tentang ini, tentang betapa aku mencintainya dan sangkin cintanya aku membiarkan dia pergi menyisakan kenangan yang entah kapan akan ikut pergi juga.

Inget ya, aku sayang kamu, dan akan selalu 

Friday, June 24, 2016

Surat Dari Kami, Untukmu para Wanita

Surat dari lelaki
Kamu tau kenapa saya suka melihat wanita yang memakai jilbab? Jawabannya sederhana karena mata saya susah diajak kompromi,Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali. Masuk ke pintu rumah lagi. Dan kamu tau? Dikampus,tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah. Melihat ke depan ada perempuan berlenggok dengan seutas “TANK TOP” noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, Menghindar ke kanan ada sajian “Celana Ketat plus You Can See” balik ke belakang dihadang oleh “Dada Menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang. Kalau saya berbicara Nafsu,ow jelas sekali saya suka.kurang merangsang itu mah! Tapi saying saya tidak mau hidup ini dibaluti dngan nafsu.saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang mmbuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.Tetapi mereka adalah sosok yang anggun,mempesona,kalau dipandang bikin sejuk dimata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lekas ditarik oleh pikiran “Ngres” dan hati pun menjadi keras. Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan leki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,saya yakin mereka tidak mau tampil seperti itu lagi.Kecuali bagi mereka yang mempunyai niat untuk menarik laki-laki untuk memakai asset berharga yang mereka punya. istilah seksi kalau saya defenisikan berdasar katanya adalah penuh daya tarik seks.Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang mempunyai fitrah untuk dihormati dan dihargai semestinya anda malu,karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda,membayangkan anda adalah objek Syahwat dalam alam pikirannya.Berharap anda pikirannya.Berharap anda melakukannya lebih seksi,lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitu anda bisa diajak begini dan begitu alias gampangan. Mau tidak mau,sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda,apa itu dengan kata-kata yang menyeleneh,pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “Lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalau boleh saya ibaratkan,tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual,Simpel saja, Orang pasti beli akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis,wahh pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nahh apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinnya. Begitulah seharian tadi saya harus menahan siksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes kemana? Apakah saya harus menikmatinya… tapi saya sungguh takut dengan Zat yang member mata ini. Bagaimana saya nanti mempertanggungjawabkannya? Sungguh dilemma yang berkepanjangan dalam hidup saya. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah kepada laki laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menahan kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepaa wanita beriman Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur: 30-31) Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini,duduk didepan computer menyerap sekian juta electron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, Daripada saya tak bisa pertanggungjawabkannya nantinya. Jadi tak salah juga bukan? Kalau saya paling malas diajak ke mall, yang selalu menyajikan keseksian. Saya yakin,banyak lelaki yang mempunyai dilemma seperti saya ini, mungkin ada yang menikmati. Tetapi sebagian besar ada yang takut dan binggung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tidak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pandangan yang anda tayangkan? So, Berjilbablah…. Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona, dan tentunya sejuk dimata

Sunday, October 26, 2014

Mungkin Bahagiaku Adalah Melupakannya :’)

Melupakanmu
Sampai kapan kamu akan begini? Membolak-balikan perasaanku seenakmu, mempermainkan hatiku dengan mudah, aku merasa sosokku selalu kau sembunyikan dari semua orang di sekitarmu. Kenapa? Apa kamu malu dekat denganku? Kamu takut sahabat-sahabatmu mengejekmu? Apa yang salah? Katakan! Apa semua temanmu tidak menyukai adanya perbedaan? Atau bahkan kamu sengaja menyusun rencana agar membuatku jatuh cinta dan kemudian merasakan sakit?
Jujur aku sangat kecewa dengan semua ini. Aku sakit? Tentu. Aku menangis? Itu pasti. Namun kenapa kamu tidak pernah merubah atau paling tidak menyadari bahwa sikapmu selalu membuatku merasa tak berarti? Kamu selalu buat aku merasakan ‘apa itu sakit’, bukan ‘apa itu bahagia’. Kenapa kamu memberikanku harapan jika pada akhirnya mempermainkan? Kenapa kamu bilang sayang bila akhirnya menyakiti?
Aku tidak pernah mengharapkan sesuatu yang lebih darimu, aku hanya mengharapkan kamu memberi sayang dan cintamu padaku tulus, seperti aku memberi sayang dan cintaku padamu. Aku tidak akan meminta uangmu atau hartamu sedikitpun, Tidak! Aku mencintaimu, sebagimana dirimu. Tapi, kenapa memberikan hal yang seharusnya mudah saja kamu tak mampu, memberi cinta dan sayangmu pun kamu tak bisa! :”( Apa karena hatimu masih terkunci oleh sosok mantanmu? Apa karena dia lebih dikenal dan lebih dewasa dariku? Lantas kenapa kamu menjalin hubungan denganku, sedangkan disisi lain kamu diam-diam masih merindukan dia, masih merindukan orang yang telah menyakitimu, masih memikirkan dia yang telah membuatmu jatuh, masih saja setia memantaunya dari jejaring sosial, jangan kira aku tak tahu semua yang kamu lakukan :’)
Sudah berulang kali aku berusaha menyadarkanmu, bahwa dia hanya sosok yang telah menyia-nyiakanmu, dia yang dengan tanpa dosa pergi jauh, disaat kamu membutuhkan tempat berteduh ketika badai datang! Tapi kenapa kamu masih terus mengingat dia? Kenapa kamu masih kekeh untuk memuja dia? Terlebih hobimu yang slalu membandingkanku dengan nya! Aku sama sekali bukan dia! Mungkin dia memang luarbiasa, dia tak selemah aku, tak seperasa aku, tapi akupun bisa luarbisa dengan jalan yang aku pilih sendiri.
Mungkin menurutmu aku tak sama dengannya, memang! Tak akan pernah sama dengannya. Mungkin menurutmu aku terlalu cerewet. Tapi, aku begini karena aku menyayangimu, aku tak ingin kamu terjatuh lagi, aku ingin menjagamu. Menurutku, wajar saja aku cemburu padamu, menanyakan semua aktivitasmu. Akupun tak ingin mengekangmu, aku tidak melarangmu untuk bergaul dengan pria manapun, hanya saja aku ingin kamu menjaga semua kepercayaanku, cukup itu :’( tidak bisakah kamu mengerti sedikit saja yang aku rasakan? Aku slalu berfikir jernih bahkan saat kamu tak mengabariku, walaupun sebenarnya aku benci kehilanganmu saat aku benar-benar membutuhkanmu. Ah, menurutku kamu terlalu egois untuk memasukan dia, memasukkan masalalumu dalam kehidupanmu sekarang, . Apa yang kamu lakukan sangat tak adil bagiku! Jelas-jelas ini akan semakin membebaniku :’( Kalau begitu, kenapa kamu tidak kembali saja padanya? Kenapa kau masih denganku disaat kau terus-menerus memuji dia?
Sudahlah! Kini aku terlalu lelah untuk membuatmu mau berubah. Aku terlalu lama membuang waktuku hanya untuk menunggumu melupakan mantanmu itu. Aku terlalu muak selalu dibandingkan dengan dia. Mulai detik ini, biarlah aku jatuh cinta pada seseorang selain kamu, yang akan selalu megutamakanku dalam berbagai hal, yang takkan menyembunyikanku dari orang-orang disekitarnya.
***
Tuhaaaan, inilah akhirnya… akhir yang sangat tidak indah. Kemarin memang aku slalu berusaha sabar, namun sekarang adalah puncak kesabaranku. Aku tak bisa menahan lagi semua sakit ini. begitu banyak hal yang mendorongku untuk mundur, menghapus segala perasaanku padanya. Hatiku sudah letih dengan semua ini :’( Aku lebih memilih menyerah, aku ingin pergi darinya Tuhan :’( aku menyesal… aku menyesal karena aku tak bisa membuatnya melupakan masalalunya. Namun sudahlah, aku tau semua rencana-Mu indah walaupun itu adalah sebuah perpisahan. Aku pergi karena aku ingin merasakan bahagia, bahagia karena mencintai dan dicintai, bukan hanya mencintai tanpa diberi cinta seperti ini. Mungkin, bahagiaku adalah melupakan dia… maka bantulah aku untuk terus mencoba melalukan itu Tuhan. Terimakasih, Engkau telah tunjukan bagaimana dia sebenarnya. Dia memang bukan wanita terbaik untukku, mungkin semua sakit ini akan mendewasakan hatiku Tuhan, sekali lagi terimakasih :’)
“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi, percayalah semua kejadian ini adalah anugrah terbaik yang telah Tuhan berikan pada kita :’)“

Thursday, October 23, 2014

Menyerah Bukanlah Hal yang Biasa

Aku Lelah

Sudah saatnya aku berfikir kedepan dan memulai hidupku kembali tanpa dirimu. Aku memang mencintaimu, aku memang menyayangimu, tetapi aku juga punya perasaan yang tidak mungkin aku paksakan untukmu. Aku mulai berharap dan berharap tetapi harapan itu telah tak ada lagi. Aku lelah menunggu, aku lelah bersandiwara, seakan-akan aku ini baik-baik saja. Aku lelah dengan keadaan saat ini. Aku merasa seperti semuanya menyiksaku dan aku hanya lelah dengan semuanya! Ya,semuanya!
Aku akan mencoba untuk tak mencintaimu walaupun itu tak mungkin. Aku akan mencoba untuk tak menanyakan kabarmu seperti yang aku lakukan setiap harinya. Aku tahu itu akan sangat sulit, aku juga tahu itu tak mungkin terjadi, tetapi aku akan mencoba. Apa salahnya mencoba?
Ada 1 hal yang ingin ku tanyakan, mengapa kau memberiku harapan? Aku tak ingin berharap, tapi disaat aku tahu ada harapan darimu, aku mulai mencoba untuk berharap. Dan, kau tahu tidak, saat ini kau juga yang membuatku berhenti berharap!
Mengapa aku berharap ketika kau masih sangat mencintainya? Dan kenapa kau memberiku harapan ketika kau masih mencintainya?

Hey! Aku lelah denganmu dan semua tentangmu. Aku ingin melupakanmu untuk selamanya. Bantu aku membecimu. Aku sudah terlalu mencintaimu.
Seperti memegang erat setangkai mawar;
aku (masih) ingin memilikimu walaupun aku terluka.

Thursday, October 16, 2014

merindukanmu (shitt!!)

Beri aku kesempatan terakhir :(

Hay kamu, apa kabar? Aku kangen :") ya Tuhan ternyata aku masih saja seperti ini merindukanmu terlalu dalam tanpa bisa melakukan apapun. Bodoh ya? Harusnya aku bisa, bisa mengatakannya padamu atau sekalian saja menghilangkan rind
uku, tapi aku? Sayangnya aku tak pernah bisa.

Kamu tak lihat kan usahaku hampir sebulan terakhir ini? 'Melupakanmu'. Ya, aku berusaha melupakanmu (lagi) entah yang ke berapa kali. Berusaha menyibukan diri sendiri, kemudian menikam hatiku tiap ada bayangmu yang hadir tiba-tiba. Aku meyakinkan diriku sendiri, aku bisa tanpamu, bisa melupakanmu, tapi nyatanya... Kamu tak pernah bisa benar-benar ku lupakan. Sepertinya memang aku tak boleh melupakanmu :')

Sekarang Aku harus bagaimana? aku harus memaki siapa? Aku telah memaksakan diriku sendiri menghilangkan jejak rindu untuk namamu, aku membunuh hatiku sendiri agar aku tak mengharap hadirmu lagi, agar aku bisa berdamai. Hampir sebulan ini kita tak saling berbincang kan? Karna sejujurnya aku mulai lelah menunggumu. Memendam perasaan sialan yang tak kunjung hilang. Saat perlahan aku mulai bisa, entah mengapa aku tak tau darimana asalnya tiba-tiba sosokmu hadir lagi dalam mimpi di tidurku, seolah-olah hadirmu nyata. Ya Tuhan, beri tau padaku sekarang, aku harus memaki siapa? :")

Oke aku akui sekali lagi, setelah memimpikanmu biasanya aku akan segera melupakannya, sedikitpun tak mengijinkan fikiranku untuk mengingatnya meski sejujurnya mimpi itu indah sekali. Bagaimana tidak ku sebut indah, disitu ada aku dan kamu yang menjadi kita. Ada senyum dan tatapan sejukmu yang ku rindukan. Ada sentuhan tanganmu menyentuh tanganku, hangat menenangkan. Ada cinta itu di matamu. Bagaimana aku bisa mengatakan itu 'bukan mimpi indah'? Itu terlalu indah, sampai rasanya sakit sekali saat aku sadar itu hanyalah mimpi, bukan nyata :")

Seperti yang terjadi semalam, setelah hampir satu bulan ahirnya aku mengakui 'aku merindukanmu sekali teramat sangat'. Rasanya ingin menangis saja. Kenapa aku harus merindukanmu lagi? Kemudian menyadari jangankan tau, kamu mengertipun tidak, karna memang kita tak saling bicara :') aku merindukanmu. Taukah? Pasti tidak. Di sini ada yang sakit, hatiku. Aku membisikkan rindu pada sosok yang terlalu jauh untuk ku sentuh, terlalu mustahil untuk bisa ku genggam. Kamu tak bisa ku rindukan seharusnya, untuk apa merindukan seseorang yang sama sekali tak merindukanku, memikirkanku pun sepertinya enggan :")

Puncaknya adalah ketika aku memaksakan mata untuk terpejam daripada sibuk merindukanmu. Kamu malah hadir dalam mimpiku, membuat luka itu semakin menganga, membawa harapan yang sudah kukuburkan. Genggaman jemari tanganmu itu :') aku tak bisa bicara apa-apa lagi, semuanya menusukku, aku tau itu mimpi dan semuanya semakin menyakitkan, aku benar-benar merindukanmu. Merindukan genggaman itu, merindukan tatapan matamu, merindukan Suaramu, perhatianmu, merindukan manjamu, sekarang tak bisakah kamu merasakannya, 'aku BENAR-BENAR MERINDUKANMU, TERAMAT SANGAT "

Jemariku sampai bergetar saat malam ini aku memulai percakapan kita melalui pesan singkat. Aku ingin sekali mengetik "kamu apa kabar? AKU KANGEN :')" tapi aku tak pernah bisa mengatakannya. Aku takut membebanimu. Harusnya kamu tau, aku merindukanmu :')

Seharusnya aku sadar aku bukan siapa-siapa lagi untukmu, aku tak ada hak, tak ada.. Aku ingin menangis saja aku tak menyangka aku semenyedihkan ini, setelah hampir tiga tahun aku masih merindukanmu, tiga tahun? Hampir 36 bulan berlalu. Untuk apa aku masih di sini? Merindukanmu :') seandainya aku bisa berdamai mungkin aku telah bahagia tanpamu. Aku tak usah lagi repot memikirkan keadaanmu di sana. Aku ingin berhenti, ku mohon, ajari aku caranya untuk berhenti, 3 tahun tanpa kita itu menyakitkan sekali. Aku sakit aku ingin berhenti


Beri aku kesempatan sekali saja, untuk memperbaiki segalanya, agar aku tau, agar setelah melepaskanmu aku tak perlu lagi merindukanmu sepahit ini...

Thursday, September 25, 2014

Kecemburuanku "AKU CEMBURU"



Aku tidak mengetahui secara benar dan tepat akan hal apa yang ada dalam pikiran ku saat ini sehingga membuat ku ingin menciptakan sebuah tulisan seperti sekarang ini,, tetapi ketika jemari ini ingin memulai sebuah kata ,, mengapa kata cemburu yang ingin ku rangkaikan,,, mengapa ???

Aku cemburu atas apa dan karena apa ??? apa yang ku pikirkan sehingga itu membuat ku merasakan kecemburuan yang tak berarah seperti ini,,, ???
Adanya rasa takut,, ketakutan akan satu hal yang tidak jelas itu apa ,,, mengapa aku seperti orang yang kehilangan arah didalam ruangan yang terang ....

Pernah kah kamu merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan ??? kamu merasakan cemburu,, sakit ,,sedih dan takut ... tetapi kamu tidak pernah tau apa penyebab dari semua itu ,,,

Hari demi hari ,, semua itu membuat ku terus berada dalam kebingungan,,,, hingga tiba pada saat aku menyadari akan semua itu tidak terjadi begitu saja tanpa ada sebab yang jelas,,,

Ketika kamu mencintai seseorang ,, kamu pasti akan merasakan yang namanya kecemburuan dalam hati mu,, cemburu itu memang sangat mudah untuk ditutupi dengan kata – kata ,, tetapi sebagian orang akan mengetahui ada cemburu ketika mereka mencoba untuk mengerti dan menatap matamu ,,,

Seketika cemburu itu hadir ,, sakit terus mengikuti,, sedih menyertai dan pada akhirnya akan ada rasa takut dihati akan hal yang membuat kamu cemburu ,,

Cemburu itu bisa hadir pada siapa saja,, tidak memandang siapa pun dia,, tetapi terkadang aku juga harus bisa menempatkan dimana rasa cemburu itu harus ku ungkapkan ,, dimana cemburu itu hanya bisa terkubur dalam hati atau harus diungkapkan pada dunia,,,, Dan ketika cemburu itu harus bisa dikubur,, pahami lah itu harus dikubur ,, tidak ada yang dapat dilakukan selain dari itu ,, sedalam apapun cemburu itu,, sesulit apapun cemburu itu ketika di kubur,,

Dulu aku berpikir aku bukan seorang yang pencemburuan,, dan aku adalah orang yang bisa menerima semua orang dekat dengan orang ku cintai ,, tetapi aku tidak tau mengapa belakangan ini aku merasakan rasa cemburu itu semakin sering hadir di hati ku,, dan tak jarang cemburu itu hadir, tidak tau tempatnya,, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya,, terkadang aku marah akan sifat kecemburuan ku ini,, aku takut perasaan cemburu ini hanya akan menghancurkan semuanya,, tetapi aku juga tidak tau cara untuk mengontrol rasa cemburu ku ini ,, yang bisa ku lakukan hanya meyakinkan hati dan sesekali berusaha untuk mengubur semuanya sebelum terungkap dan menghancurkan semua yang ada ,,,

Aku hanya mencoba meyakinkan diri,, itu hanya karena aku terlalu mencintai nya dan ketakutan untuk hal yang sebenarnya tidak terjadi,, dan aku hanya bisa berharap dan berdoa ,, yang kutakutkan itu tidak pernah terjadi ,, Aminnnn

            -Dika

Thursday, July 31, 2014

Tentangmu masih tak-Tergantikan

Pesan buatmu...
Hai kamu.... iyaaa kamuuu... kamu yang telah mencuri hatiku... kamu yang mengisi hatiku dengan cintamu.... kamu yang menyayangi aku.... kamu yang aku rindukan selalu....
Tak banyak kata yang ingin aku tulis disini... langsung saja yaaaa... aku kira kamu bisa belajar dari pengalaman hidup kamu bersamanya dulu... seseorang yang kisahnya kamu tulis di lembaran entry blogmu. Aku fikirkamu bisa mengambil hikmah dari kisah itu.... sudahkah kamu lakukan itu??? Bisakan kamu lebih baik lg dari yang dulu....... pesanku... tidak semua bisa diperlakukan sama... ada saatnya sebuah hati yang merasa disakiti akan berontak. Mungkin kamu tidak sadar telah menyakiti hati itu... mungkin kamu tidak sengaja melakukannya.... berhati-hatilah dengan hatimu, hal itu bisa jadi bumerang buatmu... suatu hari nanti.
Maaf.... aku hanya sekedar mengingatkan.... bila tidak berkenan jangan dimasukkan kehati. Aku lakukan ini karena aku masih peduli padamu... masih menyayangimu... masih mencintaimu... dan inginkan yang terbaik buatmu... jangan sampai kamu salah langkah dan salah sikap dalam memperlakukan sebuah hati. Tegas lah kalau itu memang harus.. hilangkan sikap ga tegamu... tunjukkan kamu bisa... tunjukkan padaku.....
Untukmu #Mar

Twitter Facebook Favorites More