Cerita Tentangmu
Semua ini hanya tentang kamu,yang mungkin telah melupakanku
Sebenernya cerita ini sudah lama ku buat khusus untuk mu Kembar,udah sekitar 1tahun yang lalu tepatnya 5 ferbruari 2013,tapi baru saat ini aku berani mengsharenya...
Surat
ini khusus aku alamatkan ke sudut kecil dalam ruang dihatimu, tempat
yang sering kukunjungi tapi tak pernah kutahu alamat detail dan daerah
spesifiknya. Entah, saat menulis ini, aku ingat kali pertama perkenalan
dan pertemuan kita terjadi. Aku ingat betul setiap detailnya, dan aku...
tak pernah melupakan setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara
kita, bahkan cerita sekecil apapun.
Dan.. Aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati setiap detik-detiknya.
Bagaimana usahaku untuk menghargai setiap menit yang berlalu ketika di dekatmu.
Jelaskan
padaku mengapa semua menjadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu
tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terkecil diotakku, hingga mengisi
kekosongan dalam relung-relung dihatiku.
Semua terjadi begitu saja, begitu cepat tanpa teori maupun basa-basi.
Aku melihatmu, mengenalmu, lalu.. mencintaimu. Sesederhana itulah kamu menguasai hari-hariku.
Kamu jadi penyebab rasa semangatku..
Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Iya, mungkin, aku jatuh cinta, entah kamu.
Semua kulakukan diam-diam. Begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair.
Semua kusembunyikan. Hingga perasaanmu yang kurang peka tak memperdulikan aku.
Ya! Memang aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.
Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua cerita dan kenangan itu dari otakku.
Aku tak bisa melupakanmu.. Sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku.
Sorot tajam matamu yang selalu mampu memperindah pandanganku.
Senyummu itu sangat ampuh menyita pandanganku untuk tak lagi menghiraukan yang lainnya.
Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan.
Tolong,
buat aku lupa jika memang itu seharusnya, karena aku tak lagi temukan
cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.
Hanya ada aku sendiri, disini, disudut yang sunyi, gelap dan sepi.
Berusaha memutar otak untuk temukan cara terbaik untuk tak lagi memikirkanmu.
Bagaimana bisa perasaan ini berkembang menjadi sebesar ini?
Selama ini aku mencari tapi tak pernah berhasil menemukan apa jawabnya.
Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil.
Dan yang selalu memberatkan, yang selalu menahan perasaanku untuk tetap mencintaimu adalah ketika kau berkata "jangan pernah merasa sepi ya, karena aku selalu ada untukmu." aku tersenyum lebar ketika barisan kalimat itu kau kirimkan untukku melalui pesan singkat itu.
Ya,
memang harusnya aku tak perlu sesenang itu, karena mungkin kamu
menulisnya tanpa perasaan, hanya untuk merespon perkataanku saja.
Tertulis dengan sederhana untukmu, calon pemimpin negara yang masih menjajaki beberapa Tahap awal untuk meraih kesuksesan
Kamu adalah orang yang selalu berhasil membuatku bertanya-tanya
Kamu adalah orang yang seringkali membuatku berlaku gila
Kamu adalah orang yang mengajariku terbang, mengepakkan sayap, lalu mematahkannya.
Hal-hal yang kau lakukan selalu aneh dan tak biasa.
Tapi, kalau boleh jujur, justru keanehan itulah yang membuatmu menjadi seseorang yang selalu kurindukan.
Keanehan yang tak pernah kutemukan pada orang lain selama ini.
Jujurku menenggelamkan kemunafikan. Nyatanya aku (masih) merindukanmu.
Ada banyak hal yang membuatmu tak bisa melupakanmu, ada banyak yang tidak dimiliki orang lain selain dirimu.
Ada beberapa yang selalu aku rindukan darimu, salah satunya... Senyummu.
Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama.
Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu.
Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu.
Padahal sebenarnya aku hancur..
Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.
Yaa.. Begitu hebatnya keadaan, sehingga ia selalu berhasil memaksa seseorang untuk mengikhlaskan suatu ketiadaan..
Aku
lelah, ketika harus memaksa otakku agar tak lagi memikirkanmu, semakin
aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang
ia simpan secara sengaja.
Sementara aku tak mau melupakanmu dengan
cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku
percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan
untuk melupakanmu..
Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu.
Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran.
Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!
Hey, dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai.
Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Aku
akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa
bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Jangan
terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan
kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti
bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..
Bagiku, yang terpenting
adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku
penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat
lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya
untukku.
Terima kasih.. Engkau telah membagikan sedikit kenanganmu untukku, yang tergambar indah dalam kenangan hidupku.
Selama
ini.. Aku selalu dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut
untuk diberi jawaban, tapi tak pernah sedikitpun aku temukan.
Tapi sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya bukan jawaban yang dibutuhkan, tapi pengertian.
Mengerti..
bahwa sesungguhnya tuhan tidak pernah membuat cerita seperti ini tanpa
alasan, dan mungkin saja tuhan tidak ingin aku mencari tahu apa alasan
tersebut, tapi tuhan ingin aku belajar dari cerita itu.
Dan.. Memang benar.
Tuhan membuatku belajar banyak hal dari cerita yang ia buat.
Mungkin, belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku.
Mungkin belajar bagaimana tetap tersenyum walau sebenarnya dalam hati hancur.
Semua ini.. Mungkin adalah salah satu cara tuhan untuk mendewasakanku.
Semua
ini terjadi begitu saja, tanpa aku sadari. Tentu bukan kebetulan
seperti yang kebanyakan orang bilang. Karena aku tak percaya dengan yang
namanya "kebetulan" di dunia ini.
Bagaimana bisa ada
kebetulan yang seperti ini? Karena jelas-jelas ini semua memang telah
direncanakan tuhan sebelumnya, tanpa sepengetahuan kita.
Disini kita menjadi aktor dan aktris yang memainkan alur cerita sesuai dengan apa yang tertulis pada skenario.
Dan
hari ini, hari dimana aku harus benar-benar terbangun dari mimpi
panjangku yang bertopikkan tentangmu. Sebegitu menjengkelkannya kisah
yang terjadi diantara kita berdua, yang dikemas sangat rapi dan indah
oleh tuhan, sehingga tak mudah untuk dilupakan. Bahkan mungkin akan
menjadi kisah sepanjang masa yang tak akan pernah ku lupakan
Aku takut mengartikan kata-kata manis darimu, yang mungkin saja kau katakan tak hanya untukku.
Aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. Aku takut!
Karena
pada dasarnya, semua orang memiliki topengnya masing-masing. Dan aku?
Belum terlalu pandai untuk mengerti kenampakan aslinya. Karena
seringkali yang ditunjukkan pada kita belum tentu itu pula yang ada
dalam hatinya.
Dan aku, semakin takut jika perasaan ini tumbuh ke arah yang tak kuinginkan.
Tolong,
aku mohon, hentikan langkah ku, jika memang segalanya yang kuduga benar
adalah hal yang salah dimatamu. Tolong, kembalikan aku ke jalanku dulu,
sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.
Ketahuilah M*****.. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang semakin Memenuhi Ruang diotakku.
Seperti asap rokok yang mengepul semakin tinggi diudara. Aku tak percaya, ternya semua ini bisa melangkah sampai sejauh ini.
Aku tak pernah berani mengusikmu jika nanti akhirnya hanya akan membebanimu dikarenakan perasaanku ini.
Untuk kamu, M**** ...
Untuk mu yang bahkan tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ah


0 comments:
Post a Comment