Pages

Thursday, January 30, 2014

Surat Cintaku yang Pertama dan Terakhir Kalinya

Jika kau tau kalau malam ini aku masih terjaga dan sedang menulis surat cinta untukmu, mungkin kau akan teringat pada beberapa kenangan yang tak pernah kau sadari sebelumnya, bukannya aku ingin menceritakannya padamu melalui narasi ini tapi, aku hanya ingin membuktikan bahwa aku tak pernah melupakan sejarah yang pernah aku tapaki diantara kegelapan bayanganmu. Aku tak mau menyangkali jika aku sedang jatuh cinta padamu, hanya karena masih ada setumpuk keraguan dijiwamu maka aku harus menunda memberangkatkan rakit cintaku padamu, aku tak mau rakit itu dihancurkan oleh keraguanmu karena ia kuikat dengan peluh dan airmata juga seonggok kesungguhan cintaku, bukannya aku tak rela tapi mestikah aku pasrahkan yang nantinya bermuara kesia-siaan? Tentunya tidak, ataukah kuikhlaskan saja untuk kau gunakan sebagai parahu dalam menyeberangi samudera kebahagiaan bersamanya? Aku yakin dirimu tak sekeji itu. Tercatat ribuan puing kenangan dilembaran sanubariku, kenangan tidak bersamamu. Tak usah kusebutkan secara detail sudah berapa lama aku menyimpan cinta dan kerinduan ini sebab kau tak akan pernah percaya.
Hari ini masihkah kau ragu? jika ya, maka aku harus katakan ‘jangan menyesal’. Karena aku pahami tidak ada cinta yang sejati, pasti akan mengalami perubahan walaupun wujudnya tak termaterialkan, jangan pula salahkan aku karena aku tidak sedang diam begitupun denganmu, cinta itu akan berkontradiksi dengan dirinya sendiri melalui beberapa faktor X yang mempengaruhinya. Jadi, itulah sebabnya kenapa cinta kadang mengalami pasang dan surut. Jujur saja aku kadang merasakannya dan kadang pula melampaui batasannya tapi kenapa ia tak pernah mau hilang selamanya? Itulah cinta yang setelah terlanjur bersarang maka akan sulit untuk punah ibarat rumput yang tak akan pernah mati selama masih ada tanah dan kelembabannya, sama dengan cintaku, masih ada kau dan juga aku!!
Sebenarnya ingin segera kutuntaskan kisah ini tapi aku masih butuh keyakinan yang lebih dan keyakinan itu belum kau berikan padaku, karena sepertinya kau juga masih mempelajarinya ataukah kau memang sengaja tak memberikanku? Tolong jangan terlalu larut didalamnya karena ia akan melukaimu. Ketersembunyianmu yang menghalangiku untuk sampai pada kulminasi kisah membuat dinamika perasaan ini melemah ditambah lagi kegelapan yang kau ciptakan ditengah pergumulan ini. Aku hanya tak mau salah satu diantara kita ditinggalkan cinta, akan indah ketika kau yang ditinggalkan, tapi kalau aku? Itu yang kutakutkan dan jawabannya akan segera terpancang dihadapanmu cepat atau lambat, aku hanya bisa pasrah dalam keadaan seperti itu dan dayaku untuk merebutnya tidak akan pernah sampai lagi karena cinta yang telah pergi terlalu jauh untuk kukejar dan sepertinya mustahil. Biarkanlah kenangan yang menyambutnya dan abadi bersamanya, tidak usah khawatir kisah itu akan selalu membuatmu menyesal dan merindu setiap kali kakimu bersinggah di dermaga, kalau kau ingin menangisinya silahkan saja tapi jangan berharap akan kembali seperti yang dulu.
Sepertinya sudah pagi aku harus segera menyelesaikan tulisan ini agar tak terjamah cahaya matahari dan aku akan tidur bersama cintaku dan menguburnya dibawah nisan yang telah kusiapkan dalam pembaringanku. Selamat tinggal!
Untuk kamu, M**** ...
Untuk mu yang bahkan tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ahhh

Sebenarnya aku Tidak Suka Menulis Surat Cinta

Sebenarnya aku tidak suka menulis surat cinta..
karena surat cinta pertamaku jatuh ke tangan gadis sepertimu..
menulis surat cinta itu sama saja mengenang dirimu, dimana diri ini sangat bersemangat menulisnya. masih sama kok dengan keadaan sekarang. aku bersemangat sekali. itulah mengapa aku tidak suka karena aku enggan mengakuinya..

aku tidak suka surat cintaku dibaca olehmu..
karena sebenarnya aku malu kamu mengetahuinya. aku malu kalau sebenarnya disela - disela kesibukan aku masih sempat ingat kamu. sederhana sekali. seperti " disana kamu lagi ngapain ? " atau " bagaimana kabar dia disana ? " dan aku malu mengakuinya disaat senggang ingin sekali berbicara denganmu. sedikit obrolan yang kita lakukan seperti dulu. seperti kita dalam putaran mesin 30 hari menulis surat cinta.

banyak sekali alasan kenapa aku malas menulis surat cinta..
karena tulisanku tidak sebagus dirimu. tidak sepuitis dirimu. tulisanmu begitu sangat bagus untuk dibaca. dan aku tidak bisa menulis surat cinta yang baik untukmu. mungkin surat cintaku yang kutulis tidak bagus atau kadang gak nyambung. tapi, sebenarnya hanya lewat surat ini kadang bisa berkomunikasi. iya, komunikasi. karena itu sudah jelas. aku senang selama ini berkomunikasi dengan kamu. semoga sampai nanti..

aku mulai benci melanjutkan kata - kata di surat ini...
ada yang tertahan. padahal banyak sekali hal - hal yang ingin disampaikan ke kamu. tapi susah sekali menyampaikan lewat tulisan. aku juga gak tau kenapa ?
itu kenapa aku lebih suka mengobrol denganmu via skype. selain bebas bersuara, diam - diam aku senang memperhatikanmu. dari kamu serius sampai akhirnya tertawa. itu kenapa aku selalu berusaha melucu walau sampai garing. itu semata - mata cuma buat kamu tertawa atau minimal tersenyumlah hhe. gimana ya bilangnya. ya, suka liatnya kalau kamu senyum..

ada beberapa hal yang kadang kupikirkan. seandainya jika bertemu lalu apa yang sebenarnya terjadi ? apakah kita bisa ngobrol seenaknya seperti biasa ? apakah malah canggung ya ?
lalu mungkin jalan berdua, seperti makan, nongkrong, atau sekali - sekali kaya anak ABG ke mall seperti nonton, atau apalah.

lucu juga kalo dipikir - pikir bisa dekat dengan cewek yang jauuuuuuuh disana. padahal dulunya kita sekota dan kerennya gak pernah ketemu atau kita gak pernah sadar aja kali. lucu sekali. lucu sekali klo kadang kita banyak kesamaan yang gak disengaja seperti handphone kita, pengen punya NDS tapi gak kesampaian, atau apalah itu.

lucunya..
kamu sabar aja kalau ngobrol sama aku. karena kadang gak nyambung. bahasa inggrisku kacau. atau kadang kelewat bodohnya. makasih ya udah mau sabar :))

aku gak tau sebenarnya kamu itu siapaku. atau apalah aku menganggapmu.

aku kangen dan sayang kamu..
Ma

itulis dengan keadaan digigit nyamuk dan ditemani secangkir kopi dan sebungkus cemilan hasil mengemis dari ibu tercinta.

Friday, January 17, 2014

Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu

Aku Tetap Setia Menunggu Balasanmu
Assalamualikum /hihi


hay  :') baru belajar menggalau nih sama pakarnya hehe oke sip aku gak bakal panjang lebear. ini aku buat khusus buat yg lagi menggalau ria. silakan dinikmati. ehh salah yaa. silakan di baca

Disini aku, sibuk dengan remot tv untuk menggonta-ganti chanel karna bingung yg mana yg harus aku tonton. Rasanya semua membuat aku merasa bosan, tak ada hal lain yg aku pikirkan selain kamu. Adakah satuan waktu yg lebih cepat dari detik.? jika ada secepat itulah rindu menusuk-nusukkan diriku bila kamu tak ada di hadapanku. Taukah kamu aku disini merindukanmu.? Aku yakin kamu tak tau karna kamu tak punya sedetikpun waktu untuk ku.
Setiap satuan menit mungkin aku selalu mengalihkan pandangan ku ke layar iPhone ku. seraya berharap ada balasan sms darimu. Ketahuilah aku tak kenal waktu untuk menunggu balasan sms darimu. Dan aku yakin kamu tak pernah tau bila aku selalau mengharapkan balasan sms darimu. Sekalipun itu hanya sebuah kata "iya" ataupun "tidak" tapi, aku akan tetap menunggunya.
Bagiku yg lebih melelahkan adalah pikiran bukan tindakan. Buktinya aku tak pernah lelah menunggu balasan sms darimu. Namun, karna adanya pikiran yg menghantuiku aku jadi bingung. Menerka-nerka sesuatu yg tak jelas. Berprasangka buruk terhadapmu. dan tak jarang aku menangis kara hal ini. Hah? Menangis? iya aku Menangis karna kamu.?
Apa yg membuat aku menangis? siapakah aku untukmu? aku bukan siapa-siapa untukmu. Toh, sekalipun kamu tau aku menangis karna kamu, Apa kamu akan menghapus air mataku? tidaaaaaaak! untuk membayangkannya saja aku tak pernah apalagi itu kenyataan. itu sangat tidak mungkin. Gimana tidak aku berfikir seperti itu? jelas karna kamu tak pernah peduli dgn perasaanku.
Yaah, aku menangis karna aku lelah memikirkanmu. Walau aku tau memikirkanmu sama saja dengan menyakitiku. tapi, aku akan tetap setia menunggu balasan sms darimu. Tidak tidurpun aku sanggup. Walau padahal esok aku harus mengerjakan soal-soal ujian itu bukan masalah untukku. Hingga puku 03.00 pagi pun kamu enggak balas sms-ku. aku tak lelah menunggunya. Tertidur aku di kursi ruang tengah. Namun, tidurku tak merasa nyaman. Mungkin setiap 10 menit sekali aku kembali menatap layar iPhone ku untuk melihat adakah balasan smsku darimu.?
Hingga pukul 05.00 tak ada satupun sms dari kamu. aku tetap tersenyum seraya melihat jam menunjukkan pukul 05.00. yaah, itulah senyum pertamaku hari itu untuk kamu. Walau kamu telah membuat ku menunggu. Tapi, aku tetap ingin tersenyum untukmu. Azan shubuh berkumandang. Cepat aku ambil iPhone ku. mengirim sebuah sms untukmu agar kamu terbangun dan melaksanakan sholat shubuh. Kurang kah rasa tulus ku untukmu setelah apa yg kamu lakukan untukku?
Kamu masih tak mengerti betapa tulusnya aku. Sungguh apa mungkin aku tak mendapatkan kunci untukmu hatimu.? jika tidak, lantas siapa yg mendapatkannya? siapa orang itu yg begitu beruntung.? Biarlah aku biarkan itu melintas sesaat di pikiranku.
Pernahkah kamu memikirkanku? aku yakin tidak. jelas itu terlihat dari sikapmu kepadaku. pernahkah kamu menyebut namaku.? pernah, hanya waktu itu bukan.? waktu di saat kita berkenalan. Namun, tau kah kamu aku begitu sering mengucapakan namamu di setiap doaku. bahkan, temen-temenku menulikan telinganya karna bosan mendengarkan aku yg selalu menyebut-nyebut namamu.
Sadarkah kamu aku begitu perhatian kepadamu melebihi aku perhatian kepada diriku sendiri. Namun, kamu tak peduli itu bukan. tak pernah berterima kasih bukan. apalagi untuk membalasnya.? aku punya banyak waktu untukmu. tapi, kamu mungkin hanya punya sedetik waktu untukku bukaan.?.
Aku sadar aku bukan untukmu, baiklah aku akan pergi sejenak dari hidupmu. tapi, aku yakin suatu saat nanti kamu akan merindukan perhatian dariku. apa? masih sanggup kamu mengatakan tak pernah. hey, karma itu berlaku. tidak sekrang tapi nanti. aku yakin kamu akan menyesal telah mengabaikan aku.

oke. keep smile yaa percaya karma itu berlaku. oke sekian untuk kalian yg sedang galau. saya pamit du yaa.

Twitter Facebook Favorites More