Beri aku kesempatan terakhir :(
Hay
kamu, apa kabar? Aku kangen :") ya Tuhan ternyata aku masih saja
seperti ini merindukanmu terlalu dalam tanpa bisa melakukan apapun.
Bodoh ya? Harusnya aku bisa, bisa mengatakannya padamu atau sekalian
saja menghilangkan rinduku, tapi aku? Sayangnya aku tak pernah bisa.
Kamu
tak lihat kan usahaku hampir sebulan terakhir ini? 'Melupakanmu'. Ya,
aku berusaha melupakanmu (lagi) entah yang ke berapa kali. Berusaha
menyibukan diri sendiri, kemudian menikam hatiku tiap ada bayangmu yang
hadir tiba-tiba. Aku meyakinkan diriku sendiri, aku bisa tanpamu, bisa
melupakanmu, tapi nyatanya... Kamu tak pernah bisa benar-benar ku
lupakan. Sepertinya memang aku tak boleh melupakanmu :')
Sekarang Aku harus bagaimana?
aku harus memaki siapa? Aku telah memaksakan diriku sendiri
menghilangkan jejak rindu untuk namamu, aku membunuh hatiku sendiri agar
aku tak mengharap hadirmu lagi, agar aku bisa berdamai. Hampir sebulan
ini kita tak saling berbincang kan? Karna sejujurnya aku mulai lelah
menunggumu. Memendam perasaan sialan yang tak kunjung hilang. Saat
perlahan aku mulai bisa, entah mengapa aku tak tau darimana asalnya
tiba-tiba sosokmu hadir lagi dalam mimpi di tidurku, seolah-olah hadirmu
nyata. Ya Tuhan, beri tau padaku sekarang, aku harus memaki siapa? :")
Oke
aku akui sekali lagi, setelah memimpikanmu biasanya aku akan segera
melupakannya, sedikitpun tak mengijinkan fikiranku untuk mengingatnya
meski sejujurnya mimpi itu indah sekali. Bagaimana tidak ku sebut indah,
disitu ada aku dan kamu yang menjadi kita. Ada senyum dan
tatapan sejukmu yang ku rindukan. Ada sentuhan tanganmu menyentuh tanganku, hangat menenangkan. Ada cinta itu di matamu. Bagaimana aku bisa
mengatakan itu 'bukan mimpi indah'? Itu terlalu indah, sampai rasanya
sakit sekali saat aku sadar itu hanyalah mimpi, bukan nyata :")
Seperti
yang terjadi semalam, setelah hampir satu bulan ahirnya aku mengakui
'aku merindukanmu sekali teramat sangat'. Rasanya ingin menangis saja.
Kenapa aku harus merindukanmu lagi? Kemudian menyadari jangankan tau,
kamu mengertipun tidak, karna memang kita tak saling bicara :') aku
merindukanmu. Taukah? Pasti tidak. Di sini ada yang sakit, hatiku. Aku
membisikkan rindu pada sosok yang terlalu jauh untuk ku sentuh, terlalu
mustahil untuk bisa ku genggam. Kamu tak bisa ku rindukan seharusnya,
untuk apa merindukan seseorang yang sama sekali tak merindukanku,
memikirkanku pun sepertinya enggan :")
Puncaknya
adalah ketika aku memaksakan mata untuk terpejam daripada sibuk
merindukanmu. Kamu malah hadir dalam mimpiku, membuat luka itu semakin
menganga, membawa harapan yang sudah kukuburkan. Genggaman jemari
tanganmu itu :') aku tak bisa bicara apa-apa lagi, semuanya menusukku,
aku tau itu mimpi dan semuanya semakin menyakitkan, aku benar-benar
merindukanmu. Merindukan genggaman itu, merindukan tatapan matamu,
merindukan Suaramu, perhatianmu, merindukan manjamu, sekarang
tak bisakah kamu merasakannya, 'aku BENAR-BENAR MERINDUKANMU, TERAMAT
SANGAT "
Jemariku
sampai bergetar saat malam ini aku memulai percakapan kita melalui pesan
singkat. Aku ingin sekali mengetik "kamu apa kabar? AKU KANGEN :')"
tapi aku tak pernah bisa mengatakannya. Aku takut membebanimu. Harusnya
kamu tau, aku merindukanmu :')
Seharusnya aku sadar aku bukan siapa-siapa lagi untukmu, aku tak ada
hak, tak ada.. Aku ingin menangis saja
aku tak menyangka aku semenyedihkan ini, setelah hampir tiga tahun aku
masih merindukanmu, tiga tahun? Hampir 36 bulan berlalu. Untuk apa aku
masih di sini? Merindukanmu :') seandainya aku bisa berdamai mungkin aku
telah bahagia tanpamu. Aku tak usah lagi repot memikirkan keadaanmu di
sana. Aku ingin berhenti, ku mohon, ajari aku caranya untuk berhenti, 3
tahun tanpa kita itu menyakitkan sekali. Aku sakit aku ingin berhenti
Beri
aku kesempatan sekali saja, untuk memperbaiki segalanya, agar aku tau,
agar setelah melepaskanmu aku tak perlu lagi merindukanmu sepahit ini...


0 comments:
Post a Comment