Pages

Thursday, October 16, 2014

merindukanmu (shitt!!)

Beri aku kesempatan terakhir :(

Hay kamu, apa kabar? Aku kangen :") ya Tuhan ternyata aku masih saja seperti ini merindukanmu terlalu dalam tanpa bisa melakukan apapun. Bodoh ya? Harusnya aku bisa, bisa mengatakannya padamu atau sekalian saja menghilangkan rind
uku, tapi aku? Sayangnya aku tak pernah bisa.

Kamu tak lihat kan usahaku hampir sebulan terakhir ini? 'Melupakanmu'. Ya, aku berusaha melupakanmu (lagi) entah yang ke berapa kali. Berusaha menyibukan diri sendiri, kemudian menikam hatiku tiap ada bayangmu yang hadir tiba-tiba. Aku meyakinkan diriku sendiri, aku bisa tanpamu, bisa melupakanmu, tapi nyatanya... Kamu tak pernah bisa benar-benar ku lupakan. Sepertinya memang aku tak boleh melupakanmu :')

Sekarang Aku harus bagaimana? aku harus memaki siapa? Aku telah memaksakan diriku sendiri menghilangkan jejak rindu untuk namamu, aku membunuh hatiku sendiri agar aku tak mengharap hadirmu lagi, agar aku bisa berdamai. Hampir sebulan ini kita tak saling berbincang kan? Karna sejujurnya aku mulai lelah menunggumu. Memendam perasaan sialan yang tak kunjung hilang. Saat perlahan aku mulai bisa, entah mengapa aku tak tau darimana asalnya tiba-tiba sosokmu hadir lagi dalam mimpi di tidurku, seolah-olah hadirmu nyata. Ya Tuhan, beri tau padaku sekarang, aku harus memaki siapa? :")

Oke aku akui sekali lagi, setelah memimpikanmu biasanya aku akan segera melupakannya, sedikitpun tak mengijinkan fikiranku untuk mengingatnya meski sejujurnya mimpi itu indah sekali. Bagaimana tidak ku sebut indah, disitu ada aku dan kamu yang menjadi kita. Ada senyum dan tatapan sejukmu yang ku rindukan. Ada sentuhan tanganmu menyentuh tanganku, hangat menenangkan. Ada cinta itu di matamu. Bagaimana aku bisa mengatakan itu 'bukan mimpi indah'? Itu terlalu indah, sampai rasanya sakit sekali saat aku sadar itu hanyalah mimpi, bukan nyata :")

Seperti yang terjadi semalam, setelah hampir satu bulan ahirnya aku mengakui 'aku merindukanmu sekali teramat sangat'. Rasanya ingin menangis saja. Kenapa aku harus merindukanmu lagi? Kemudian menyadari jangankan tau, kamu mengertipun tidak, karna memang kita tak saling bicara :') aku merindukanmu. Taukah? Pasti tidak. Di sini ada yang sakit, hatiku. Aku membisikkan rindu pada sosok yang terlalu jauh untuk ku sentuh, terlalu mustahil untuk bisa ku genggam. Kamu tak bisa ku rindukan seharusnya, untuk apa merindukan seseorang yang sama sekali tak merindukanku, memikirkanku pun sepertinya enggan :")

Puncaknya adalah ketika aku memaksakan mata untuk terpejam daripada sibuk merindukanmu. Kamu malah hadir dalam mimpiku, membuat luka itu semakin menganga, membawa harapan yang sudah kukuburkan. Genggaman jemari tanganmu itu :') aku tak bisa bicara apa-apa lagi, semuanya menusukku, aku tau itu mimpi dan semuanya semakin menyakitkan, aku benar-benar merindukanmu. Merindukan genggaman itu, merindukan tatapan matamu, merindukan Suaramu, perhatianmu, merindukan manjamu, sekarang tak bisakah kamu merasakannya, 'aku BENAR-BENAR MERINDUKANMU, TERAMAT SANGAT "

Jemariku sampai bergetar saat malam ini aku memulai percakapan kita melalui pesan singkat. Aku ingin sekali mengetik "kamu apa kabar? AKU KANGEN :')" tapi aku tak pernah bisa mengatakannya. Aku takut membebanimu. Harusnya kamu tau, aku merindukanmu :')

Seharusnya aku sadar aku bukan siapa-siapa lagi untukmu, aku tak ada hak, tak ada.. Aku ingin menangis saja aku tak menyangka aku semenyedihkan ini, setelah hampir tiga tahun aku masih merindukanmu, tiga tahun? Hampir 36 bulan berlalu. Untuk apa aku masih di sini? Merindukanmu :') seandainya aku bisa berdamai mungkin aku telah bahagia tanpamu. Aku tak usah lagi repot memikirkan keadaanmu di sana. Aku ingin berhenti, ku mohon, ajari aku caranya untuk berhenti, 3 tahun tanpa kita itu menyakitkan sekali. Aku sakit aku ingin berhenti


Beri aku kesempatan sekali saja, untuk memperbaiki segalanya, agar aku tau, agar setelah melepaskanmu aku tak perlu lagi merindukanmu sepahit ini...

0 comments:

Post a Comment

Twitter Facebook Favorites More