untuk kamu, bacalah.
mungkin
aku terlalu pengecut hanya untuk sekedar menunjukkan wajahku di
pandanganmu atau hanya sekedar basa basi lewat telefon hanya untuk
melepas rasa rinduku. dan barisan tulisanku ini mungkin tak bisa secara
utuh menggambarkan bagaimana rinduku terhadap seorang perempuan. iya
perempuan itu kamu,M*****
aku yang sekarang ini yang masih menerka-nerka. belum mampu menjelaskan betapa gigihnya aku mengagumi kamu.
bagaimana
hubunganmu dengan pria dekatmu yang bersebelahan kelas denganmu?
baik-baik saja kah? kuharap begitu. ya, aku tidak bermaksud mengumbar,
tapi namamu, dan lelaki itu, sudah menjadi hal wajib yang selalu
kuceritakan dan kumintakan yang terbaik pada Allah yang luar biasa.
boleh
kah aku bercerita sedikit? aku tidak tau sejak kapan aku menjadikan
kamu sebagai salah satu bagian terpenting dalam hidupku. kamu ingat
waktu kita di perkemahan itu? ah pasti sudah tidak ingat. tapi aku, aku
masih jelas ingat semua yang terekam di otakku. harus ku akui, sewaktu
berbicara denganmu, lidahku kelu, aku mendadak bisu sesaat. hahaha,
tertawalah jika kau merasa ini berlebihan, tapi memang begitulah adanya.
kamu
tau? hidup ini sungguh aneh, ada saat dimana kita dibawa terbang
tinggi, anganmu dilambungkan melewati langit, tapi dengan keras pula dia
menghempaskanmu terlalu keras ke bumi, sampai semua daya habis, sampai
semua tulang remuk. Ketika aku menyadari bahwa hanya kamu segalanya yang
kubutuhkan dalam hidupku, kenyataan berteriak pahit ditelingaku,juga
kamu mungkin orang yang tidak bisa aku miliki. sampai disini kamu
mungkin merasa bahwa tulisanku ini tidaklah masuk akal, tapi percayalah,
seandainya kamu belum bersama dia, akan kulakukan cara apapun untuk
bisa terus bersamamu. sayangnya, aku tak bisa mengubah kenyataan.
aku
tidak tau harus apa, tapi sepertinya hal yang bisa aku lakukan hanya
memperhatikanmu dari jauh, bersusah payah mencari tau kabarmu. aku harus
keluar dari hidupmu, walau aku tak pernah benar-benar masuk. aku tidak
bisa melupakan kamu, tapi aku harus bisa melupakan semua perasaanku yang
sudah tercipta padamu, walau itu berarti aku harus mengorbankan seluruh
waktuku selama hidup untuk melakukannya. kamu harus tau, aku butuh
waktu begitu lama untuk bisa melihat kamu tanpa merasakan apa yang
kurasakan setiap kali melihatmu
dari aku, beberapa saat saja, aku
ingin melupakan semua, aku ingin lupa bahwa kamu punya kekasih, lupa
bahwa kamu mencintai kekasihmu. teruslah tersenyum, M*****. aku senang
melihat senyummu, walau bukan aku yang menjadi alasanmu untuk tersenyum.
ketahuilah, perasaanku kepada kamu masih sama seperti dulu hingga
sekarang :)
Dan itu tak akan pernah berubah SELAMANYA.
Pertanda : Orang yang Selalu Menyayangimu ( Dika)


0 comments:
Post a Comment