Jika kau tau kalau
malam ini aku masih terjaga dan sedang menulis surat cinta untukmu,
mungkin kau akan teringat pada beberapa kenangan yang tak pernah kau
sadari sebelumnya, bukannya aku ingin menceritakannya padamu melalui
narasi ini tapi, aku hanya ingin membuktikan bahwa aku tak pernah
melupakan sejarah yang pernah aku tapaki diantara kegelapan bayanganmu.
Aku tak mau menyangkali jika aku sedang jatuh cinta padamu, hanya karena
masih ada setumpuk keraguan dijiwamu maka aku harus menunda
memberangkatkan rakit cintaku padamu, aku tak mau rakit itu dihancurkan
oleh keraguanmu karena ia kuikat dengan peluh dan airmata juga seonggok
kesungguhan cintaku, bukannya aku tak rela tapi mestikah aku pasrahkan
yang nantinya bermuara kesia-siaan? Tentunya tidak, ataukah kuikhlaskan
saja untuk kau gunakan sebagai parahu dalam menyeberangi samudera
kebahagiaan bersamanya? Aku yakin dirimu tak sekeji itu. Tercatat ribuan
puing kenangan dilembaran sanubariku, kenangan tidak bersamamu. Tak
usah kusebutkan secara detail sudah berapa lama aku menyimpan cinta dan
kerinduan ini sebab kau tak akan pernah percaya.
Hari ini masihkah
kau ragu? jika ya, maka aku harus katakan ‘jangan menyesal’. Karena aku
pahami tidak ada cinta yang sejati, pasti akan mengalami perubahan
walaupun wujudnya tak termaterialkan, jangan pula salahkan aku karena
aku tidak sedang diam begitupun denganmu, cinta itu akan berkontradiksi
dengan dirinya sendiri melalui beberapa faktor X yang mempengaruhinya.
Jadi, itulah sebabnya kenapa cinta kadang mengalami pasang dan surut.
Jujur saja aku kadang merasakannya dan kadang pula melampaui batasannya
tapi kenapa ia tak pernah mau hilang selamanya? Itulah cinta yang
setelah terlanjur bersarang maka akan sulit untuk punah ibarat rumput
yang tak akan pernah mati selama masih ada tanah dan kelembabannya, sama
dengan cintaku, masih ada kau dan juga aku!!
Sebenarnya ingin
segera kutuntaskan kisah ini tapi aku masih butuh keyakinan yang lebih
dan keyakinan itu belum kau berikan padaku, karena sepertinya kau juga
masih mempelajarinya ataukah kau memang sengaja tak memberikanku? Tolong
jangan terlalu larut didalamnya karena ia akan melukaimu.
Ketersembunyianmu yang menghalangiku untuk sampai pada kulminasi kisah
membuat dinamika perasaan ini melemah ditambah lagi kegelapan yang kau
ciptakan ditengah pergumulan ini. Aku hanya tak mau salah satu diantara
kita ditinggalkan cinta, akan indah ketika kau yang ditinggalkan, tapi
kalau aku? Itu yang kutakutkan dan jawabannya akan segera terpancang
dihadapanmu cepat atau lambat, aku hanya bisa pasrah dalam keadaan
seperti itu dan dayaku untuk merebutnya tidak akan pernah sampai lagi
karena cinta yang telah pergi terlalu jauh untuk kukejar dan sepertinya
mustahil. Biarkanlah kenangan yang menyambutnya dan abadi bersamanya,
tidak usah khawatir kisah itu akan selalu membuatmu menyesal dan merindu
setiap kali kakimu bersinggah di dermaga, kalau kau ingin menangisinya
silahkan saja tapi jangan berharap akan kembali seperti yang dulu.
Sepertinya sudah
pagi aku harus segera menyelesaikan tulisan ini agar tak terjamah cahaya
matahari dan aku akan tidur bersama cintaku dan menguburnya dibawah
nisan yang telah kusiapkan dalam pembaringanku. Selamat tinggal!
Untuk kamu, M**** ...
Untuk mu yang bahkan tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ahhh
Untuk kamu, M**** ...
Untuk mu yang bahkan tak tau bahwa aku menuliskan ini untukmu. Ahhh


0 comments:
Post a Comment