Pages

Sunday, October 26, 2014

Mungkin Bahagiaku Adalah Melupakannya :’)

Melupakanmu
Sampai kapan kamu akan begini? Membolak-balikan perasaanku seenakmu, mempermainkan hatiku dengan mudah, aku merasa sosokku selalu kau sembunyikan dari semua orang di sekitarmu. Kenapa? Apa kamu malu dekat denganku? Kamu takut sahabat-sahabatmu mengejekmu? Apa yang salah? Katakan! Apa semua temanmu tidak menyukai adanya perbedaan? Atau bahkan kamu sengaja menyusun rencana agar membuatku jatuh cinta dan kemudian merasakan sakit?
Jujur aku sangat kecewa dengan semua ini. Aku sakit? Tentu. Aku menangis? Itu pasti. Namun kenapa kamu tidak pernah merubah atau paling tidak menyadari bahwa sikapmu selalu membuatku merasa tak berarti? Kamu selalu buat aku merasakan ‘apa itu sakit’, bukan ‘apa itu bahagia’. Kenapa kamu memberikanku harapan jika pada akhirnya mempermainkan? Kenapa kamu bilang sayang bila akhirnya menyakiti?
Aku tidak pernah mengharapkan sesuatu yang lebih darimu, aku hanya mengharapkan kamu memberi sayang dan cintamu padaku tulus, seperti aku memberi sayang dan cintaku padamu. Aku tidak akan meminta uangmu atau hartamu sedikitpun, Tidak! Aku mencintaimu, sebagimana dirimu. Tapi, kenapa memberikan hal yang seharusnya mudah saja kamu tak mampu, memberi cinta dan sayangmu pun kamu tak bisa! :”( Apa karena hatimu masih terkunci oleh sosok mantanmu? Apa karena dia lebih dikenal dan lebih dewasa dariku? Lantas kenapa kamu menjalin hubungan denganku, sedangkan disisi lain kamu diam-diam masih merindukan dia, masih merindukan orang yang telah menyakitimu, masih memikirkan dia yang telah membuatmu jatuh, masih saja setia memantaunya dari jejaring sosial, jangan kira aku tak tahu semua yang kamu lakukan :’)
Sudah berulang kali aku berusaha menyadarkanmu, bahwa dia hanya sosok yang telah menyia-nyiakanmu, dia yang dengan tanpa dosa pergi jauh, disaat kamu membutuhkan tempat berteduh ketika badai datang! Tapi kenapa kamu masih terus mengingat dia? Kenapa kamu masih kekeh untuk memuja dia? Terlebih hobimu yang slalu membandingkanku dengan nya! Aku sama sekali bukan dia! Mungkin dia memang luarbiasa, dia tak selemah aku, tak seperasa aku, tapi akupun bisa luarbisa dengan jalan yang aku pilih sendiri.
Mungkin menurutmu aku tak sama dengannya, memang! Tak akan pernah sama dengannya. Mungkin menurutmu aku terlalu cerewet. Tapi, aku begini karena aku menyayangimu, aku tak ingin kamu terjatuh lagi, aku ingin menjagamu. Menurutku, wajar saja aku cemburu padamu, menanyakan semua aktivitasmu. Akupun tak ingin mengekangmu, aku tidak melarangmu untuk bergaul dengan pria manapun, hanya saja aku ingin kamu menjaga semua kepercayaanku, cukup itu :’( tidak bisakah kamu mengerti sedikit saja yang aku rasakan? Aku slalu berfikir jernih bahkan saat kamu tak mengabariku, walaupun sebenarnya aku benci kehilanganmu saat aku benar-benar membutuhkanmu. Ah, menurutku kamu terlalu egois untuk memasukan dia, memasukkan masalalumu dalam kehidupanmu sekarang, . Apa yang kamu lakukan sangat tak adil bagiku! Jelas-jelas ini akan semakin membebaniku :’( Kalau begitu, kenapa kamu tidak kembali saja padanya? Kenapa kau masih denganku disaat kau terus-menerus memuji dia?
Sudahlah! Kini aku terlalu lelah untuk membuatmu mau berubah. Aku terlalu lama membuang waktuku hanya untuk menunggumu melupakan mantanmu itu. Aku terlalu muak selalu dibandingkan dengan dia. Mulai detik ini, biarlah aku jatuh cinta pada seseorang selain kamu, yang akan selalu megutamakanku dalam berbagai hal, yang takkan menyembunyikanku dari orang-orang disekitarnya.
***
Tuhaaaan, inilah akhirnya… akhir yang sangat tidak indah. Kemarin memang aku slalu berusaha sabar, namun sekarang adalah puncak kesabaranku. Aku tak bisa menahan lagi semua sakit ini. begitu banyak hal yang mendorongku untuk mundur, menghapus segala perasaanku padanya. Hatiku sudah letih dengan semua ini :’( Aku lebih memilih menyerah, aku ingin pergi darinya Tuhan :’( aku menyesal… aku menyesal karena aku tak bisa membuatnya melupakan masalalunya. Namun sudahlah, aku tau semua rencana-Mu indah walaupun itu adalah sebuah perpisahan. Aku pergi karena aku ingin merasakan bahagia, bahagia karena mencintai dan dicintai, bukan hanya mencintai tanpa diberi cinta seperti ini. Mungkin, bahagiaku adalah melupakan dia… maka bantulah aku untuk terus mencoba melalukan itu Tuhan. Terimakasih, Engkau telah tunjukan bagaimana dia sebenarnya. Dia memang bukan wanita terbaik untukku, mungkin semua sakit ini akan mendewasakan hatiku Tuhan, sekali lagi terimakasih :’)
“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi, percayalah semua kejadian ini adalah anugrah terbaik yang telah Tuhan berikan pada kita :’)“

Thursday, October 23, 2014

Menyerah Bukanlah Hal yang Biasa

Aku Lelah

Sudah saatnya aku berfikir kedepan dan memulai hidupku kembali tanpa dirimu. Aku memang mencintaimu, aku memang menyayangimu, tetapi aku juga punya perasaan yang tidak mungkin aku paksakan untukmu. Aku mulai berharap dan berharap tetapi harapan itu telah tak ada lagi. Aku lelah menunggu, aku lelah bersandiwara, seakan-akan aku ini baik-baik saja. Aku lelah dengan keadaan saat ini. Aku merasa seperti semuanya menyiksaku dan aku hanya lelah dengan semuanya! Ya,semuanya!
Aku akan mencoba untuk tak mencintaimu walaupun itu tak mungkin. Aku akan mencoba untuk tak menanyakan kabarmu seperti yang aku lakukan setiap harinya. Aku tahu itu akan sangat sulit, aku juga tahu itu tak mungkin terjadi, tetapi aku akan mencoba. Apa salahnya mencoba?
Ada 1 hal yang ingin ku tanyakan, mengapa kau memberiku harapan? Aku tak ingin berharap, tapi disaat aku tahu ada harapan darimu, aku mulai mencoba untuk berharap. Dan, kau tahu tidak, saat ini kau juga yang membuatku berhenti berharap!
Mengapa aku berharap ketika kau masih sangat mencintainya? Dan kenapa kau memberiku harapan ketika kau masih mencintainya?

Hey! Aku lelah denganmu dan semua tentangmu. Aku ingin melupakanmu untuk selamanya. Bantu aku membecimu. Aku sudah terlalu mencintaimu.
Seperti memegang erat setangkai mawar;
aku (masih) ingin memilikimu walaupun aku terluka.

Thursday, October 16, 2014

merindukanmu (shitt!!)

Beri aku kesempatan terakhir :(

Hay kamu, apa kabar? Aku kangen :") ya Tuhan ternyata aku masih saja seperti ini merindukanmu terlalu dalam tanpa bisa melakukan apapun. Bodoh ya? Harusnya aku bisa, bisa mengatakannya padamu atau sekalian saja menghilangkan rind
uku, tapi aku? Sayangnya aku tak pernah bisa.

Kamu tak lihat kan usahaku hampir sebulan terakhir ini? 'Melupakanmu'. Ya, aku berusaha melupakanmu (lagi) entah yang ke berapa kali. Berusaha menyibukan diri sendiri, kemudian menikam hatiku tiap ada bayangmu yang hadir tiba-tiba. Aku meyakinkan diriku sendiri, aku bisa tanpamu, bisa melupakanmu, tapi nyatanya... Kamu tak pernah bisa benar-benar ku lupakan. Sepertinya memang aku tak boleh melupakanmu :')

Sekarang Aku harus bagaimana? aku harus memaki siapa? Aku telah memaksakan diriku sendiri menghilangkan jejak rindu untuk namamu, aku membunuh hatiku sendiri agar aku tak mengharap hadirmu lagi, agar aku bisa berdamai. Hampir sebulan ini kita tak saling berbincang kan? Karna sejujurnya aku mulai lelah menunggumu. Memendam perasaan sialan yang tak kunjung hilang. Saat perlahan aku mulai bisa, entah mengapa aku tak tau darimana asalnya tiba-tiba sosokmu hadir lagi dalam mimpi di tidurku, seolah-olah hadirmu nyata. Ya Tuhan, beri tau padaku sekarang, aku harus memaki siapa? :")

Oke aku akui sekali lagi, setelah memimpikanmu biasanya aku akan segera melupakannya, sedikitpun tak mengijinkan fikiranku untuk mengingatnya meski sejujurnya mimpi itu indah sekali. Bagaimana tidak ku sebut indah, disitu ada aku dan kamu yang menjadi kita. Ada senyum dan tatapan sejukmu yang ku rindukan. Ada sentuhan tanganmu menyentuh tanganku, hangat menenangkan. Ada cinta itu di matamu. Bagaimana aku bisa mengatakan itu 'bukan mimpi indah'? Itu terlalu indah, sampai rasanya sakit sekali saat aku sadar itu hanyalah mimpi, bukan nyata :")

Seperti yang terjadi semalam, setelah hampir satu bulan ahirnya aku mengakui 'aku merindukanmu sekali teramat sangat'. Rasanya ingin menangis saja. Kenapa aku harus merindukanmu lagi? Kemudian menyadari jangankan tau, kamu mengertipun tidak, karna memang kita tak saling bicara :') aku merindukanmu. Taukah? Pasti tidak. Di sini ada yang sakit, hatiku. Aku membisikkan rindu pada sosok yang terlalu jauh untuk ku sentuh, terlalu mustahil untuk bisa ku genggam. Kamu tak bisa ku rindukan seharusnya, untuk apa merindukan seseorang yang sama sekali tak merindukanku, memikirkanku pun sepertinya enggan :")

Puncaknya adalah ketika aku memaksakan mata untuk terpejam daripada sibuk merindukanmu. Kamu malah hadir dalam mimpiku, membuat luka itu semakin menganga, membawa harapan yang sudah kukuburkan. Genggaman jemari tanganmu itu :') aku tak bisa bicara apa-apa lagi, semuanya menusukku, aku tau itu mimpi dan semuanya semakin menyakitkan, aku benar-benar merindukanmu. Merindukan genggaman itu, merindukan tatapan matamu, merindukan Suaramu, perhatianmu, merindukan manjamu, sekarang tak bisakah kamu merasakannya, 'aku BENAR-BENAR MERINDUKANMU, TERAMAT SANGAT "

Jemariku sampai bergetar saat malam ini aku memulai percakapan kita melalui pesan singkat. Aku ingin sekali mengetik "kamu apa kabar? AKU KANGEN :')" tapi aku tak pernah bisa mengatakannya. Aku takut membebanimu. Harusnya kamu tau, aku merindukanmu :')

Seharusnya aku sadar aku bukan siapa-siapa lagi untukmu, aku tak ada hak, tak ada.. Aku ingin menangis saja aku tak menyangka aku semenyedihkan ini, setelah hampir tiga tahun aku masih merindukanmu, tiga tahun? Hampir 36 bulan berlalu. Untuk apa aku masih di sini? Merindukanmu :') seandainya aku bisa berdamai mungkin aku telah bahagia tanpamu. Aku tak usah lagi repot memikirkan keadaanmu di sana. Aku ingin berhenti, ku mohon, ajari aku caranya untuk berhenti, 3 tahun tanpa kita itu menyakitkan sekali. Aku sakit aku ingin berhenti


Beri aku kesempatan sekali saja, untuk memperbaiki segalanya, agar aku tau, agar setelah melepaskanmu aku tak perlu lagi merindukanmu sepahit ini...

Twitter Facebook Favorites More