Pages

Tuesday, July 19, 2016

Pilihan tersulit tapi “'harus”



 Menipu diri sendiri kadang menjadi pilihan terahir yang paling tepat untuk dilakukan daripada harus melihat orang yang kita sayang merasa terluka atau tersakiti terus-terusan. Terlihat bodoh ya? Aku mengerti, ini tak benar, akan ada yang tersakiti; dan paling pasti itu aku, si penipu diri sendiri. Tapi bukan tanpa alasan aku melakukan ini semua, memang banyak hal yang sulit dimengerti di dunia ini, namun yang saat ini aku pilih, aku mengerti, ada saatnya untuk merelakan orang yang kita sayang, bukankah cinta memang tak harus saling memiliki ? Aku membebaskan dia, orang yang ku sayang. Biarkan dia mencari jalannya sendiri. cinta memang sulit dijelaskan dengan kata-kata... Jujur, aku memang ingin menahannya, berharap dia akan selalu di sini bersamaku, seburuk apapun kondisi ku nanti. Tapi balik lagi, ga semua yang di inginkan bisa tercapai, karna ini hidup bukan sekedar dongeng penuh kebahagiaan. Ada saatnya terjatuh, terluka dan terhempas Mungkin ini terlihat sangat aneh, ketika aku mengatakan pada semua orang yang aku kenal bahwa aku sangat menyayanginya dan berharap dia jadi satu-satunya yang terahir dalam hidup tapi pada akhirnya aku hanya membiarkannya pergi begitu saja. Iya terlihat sangat aneh bila itu hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Cinta tak butuh penjelasan, udah sering denger kalimat itu kan ? yang terjadi sekarang ini ya seperti itulah sebelas dua belas

Mempertahankan dia selalu, selelah apapun aku selama ini, berharap lebih padanya, apa ini tak cukup ku sebut dengan ‘cinta’? menyayanginya, memberikan segala hal yang dia inginkan, menuruti semua apa yang dia mau meski kadang tak sejalan dengan inginku, apa itu belum cukup menjadi bukti? Dan sekarang saat dia ingin pergi, aku mengiyakannya, menuruti keinginannya untuk melepasnya pergi, apa itu terlihat bodoh ??? bukan, ini bukan suatu kebodohan, tapi ini apa yang ku sebut ‘cinta’ Iya memang, aku terlihat bodoh, mau saja ditinggalkan setelah sekian lama bersabar dalam penantian, rela menunggu dan sering diabaikan padahal ujung-ujungnya juga menjadi yang tersakiti. tak bisakah kalian lihat, inilah ketulusan dari cinta itu sendiri. Melepaskan tak semudah saat mengucapkan “goodbye”, tak pernah semudah itu. Tapi memilih menahan orang yang kita sayang untuk selalu bersama kita padahal dia udah ga menginginkan hal yang sama itu bukan pilihan yang bijak. Aku menyayanginya, pasti. Aku tak ingin melihat dia orang yang ku sayang tersiksa dalam keadaan ini, meski alasan yang dia katakan saat memilih pergi tidak masuk akal setelah sekian lama kami sama-sama bertahan dalam hubungan yang seperti ini. Aku akan membiarkannya, merelakan dia memilih apa yang dia mau, menuruti segala hal yang menurutnya baik untuk dirinya sendiri, mengerti dengan kebahagiaan yang ingin dia dapatkan disana, karna aku tau kebahagiaan dia bukan selalu bersamaku.

Aaahh, aku ingin menarik nafas dengan lega sekarang, karna pada akhirnya aku tau, kali ini aku benar-benar bisa mengerti arti dari cinta itu sendiri, cinta yang awalnya rumit untuk difahami. Aku bersyukur di ahir jalan ceritaku bersamanya aku menyadari aku benar-benar menyayanginya, cinta yang ku miliki untuknya bukan lagi sekedar cinta monyet yang mementingkan ego sendiri. Aku tau sekarang, ini bukan sebuah kalimat gombal yang mudah diucapkan dulu saat aku masih terlalu kekanakkan mengenai ‘cinta’. Aku menyayanginya. Menyayangi orang yang ku relakan pergi, menyayangi orang yang ku relakan dirinya meraih mimpinya sendiri, menyayangi orang yang ku relakan menjalani hidupnya tanpa aku sebagai bagian dalam cerita hidupnya.

“Maaf ya, aku tak pernah bisa menjadi yang terbaik, bahkan aku tak bisa menyebutkan satu alasan saja mengapa aku begitu menyayangimu seperti ini saat kamu tanyakan hal ini padaku. Maaf bila bersamaku hanya menyisakan luka. Maaf, aku tak pernah bisa adadisisimu saat kamu butuh bahu untuk bersandar saat kamu lelah menjalani hidupmu. "Maaf", aku ga pernah bisa jadi apa yang kamu mau walaupun aku slalu mencobanya. Maaf, maaf, maafin aku semoga kamu selalu menemukan kebahagiaanmu yang tak pernah kamu temukan saat bersamaku, aamiin”

Itu tadi kalimat terahir yang pengin aku ucapin ke dia tapi sampai saatini belum bisa aku ucapin karna lagi-lagi, lebih baik aku menipu diri sendiri daripada membebani dia dengan semua yang ku rasakan. Aaaahh sudahlah, ini terahir kali aku mengatakan tentang ini, tentang betapa aku mencintainya dan sangkin cintanya aku membiarkan dia pergi menyisakan kenangan yang entah kapan akan ikut pergi juga.

Inget ya, aku sayang kamu, dan akan selalu 

Friday, June 24, 2016

Surat Dari Kami, Untukmu para Wanita

Surat dari lelaki
Kamu tau kenapa saya suka melihat wanita yang memakai jilbab? Jawabannya sederhana karena mata saya susah diajak kompromi,Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali. Masuk ke pintu rumah lagi. Dan kamu tau? Dikampus,tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah. Melihat ke depan ada perempuan berlenggok dengan seutas “TANK TOP” noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, Menghindar ke kanan ada sajian “Celana Ketat plus You Can See” balik ke belakang dihadang oleh “Dada Menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang. Kalau saya berbicara Nafsu,ow jelas sekali saya suka.kurang merangsang itu mah! Tapi saying saya tidak mau hidup ini dibaluti dngan nafsu.saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang mmbuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.Tetapi mereka adalah sosok yang anggun,mempesona,kalau dipandang bikin sejuk dimata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lekas ditarik oleh pikiran “Ngres” dan hati pun menjadi keras. Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan leki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,saya yakin mereka tidak mau tampil seperti itu lagi.Kecuali bagi mereka yang mempunyai niat untuk menarik laki-laki untuk memakai asset berharga yang mereka punya. istilah seksi kalau saya defenisikan berdasar katanya adalah penuh daya tarik seks.Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang mempunyai fitrah untuk dihormati dan dihargai semestinya anda malu,karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda,membayangkan anda adalah objek Syahwat dalam alam pikirannya.Berharap anda pikirannya.Berharap anda melakukannya lebih seksi,lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitu anda bisa diajak begini dan begitu alias gampangan. Mau tidak mau,sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda,apa itu dengan kata-kata yang menyeleneh,pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “Lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalau boleh saya ibaratkan,tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual,Simpel saja, Orang pasti beli akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis,wahh pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nahh apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinnya. Begitulah seharian tadi saya harus menahan siksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes kemana? Apakah saya harus menikmatinya… tapi saya sungguh takut dengan Zat yang member mata ini. Bagaimana saya nanti mempertanggungjawabkannya? Sungguh dilemma yang berkepanjangan dalam hidup saya. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah kepada laki laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menahan kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepaa wanita beriman Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur: 30-31) Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini,duduk didepan computer menyerap sekian juta electron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, Daripada saya tak bisa pertanggungjawabkannya nantinya. Jadi tak salah juga bukan? Kalau saya paling malas diajak ke mall, yang selalu menyajikan keseksian. Saya yakin,banyak lelaki yang mempunyai dilemma seperti saya ini, mungkin ada yang menikmati. Tetapi sebagian besar ada yang takut dan binggung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tidak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pandangan yang anda tayangkan? So, Berjilbablah…. Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona, dan tentunya sejuk dimata

Twitter Facebook Favorites More